<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146</id><updated>2011-10-08T10:25:08.328-07:00</updated><title type='text'>Kisi-kisi Kehidupan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-2072277987168525598</id><published>2010-08-30T15:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T15:49:43.695-07:00</updated><title type='text'>Berguru Pada seorang FEDERIC KANOUTE</title><content type='html'>Rasulullah saw pernah bersabda, &lt;i&gt;"Tiap Muslim wajib bersedekah."&lt;/i&gt; Para sahabat bertan.ya, &lt;i&gt;"Bagaimana kalau ia tidak memiliki sesuatu?"&lt;/i&gt;. Nabi saw menjawab,&lt;i&gt; "Bekerja dengan keterampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya, lalu bersedekah"&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah yang diperlihatkan oleh seorang Federic Kanoute, untuk memberi kontribusi bagi agama dan saudara-saudaranya yang seiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda suka sepakbola pasti kenal dengan nama  ini, pemain kelahiran Eropa ini lahir di Sainte-Foy-les-Lyon, Prancis, 2  September 1977. Ia memulai karier sebagai pemain sepakbola profesional  bersama dengan tim lokal Olympique Lyon, bahkan sempat terpilih  memperkuat timnas Prancis U-21. &lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Kemudian ia pindah ke West Ham United pada  2000, mencetak sebanyak 29 gol dalam empat musim kompetisi. Pada 2003,  ia bergabung ke Tottenham Hotspur.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Merasa tersentuh dengan apa yang dialami  negara asal ayahnya Mali, ia membela timnas Mali pada 2004 dan bermain  di Piala Afrika. Ia telah menjaringkan empat gol untuk menghantar timnas  Mali lolos sampai semi-final.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan Tottenham selama dua musim  kompetisi, ia mampu melesakkan 14 gol ke gawang lawan. Setelah dinilai  permainannya dinilai kurang berkembang dan kurang tampil konsisten, ia  memutuskan pindah ke Sevilla pada 2005 dengan jumlah bayaran sebanyak  6,5 juta Ero atau 9,66 juta dolar AS.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Kanoute dikenal sebagai muslim yang taat  dan kerap bangga menunjukkan identitas keyakinannya itu. Pada tahun 2007  misalnya, pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah memberikan gajinya  selama setahun, sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk  menyelamatkan masjid terakhir yang ada di Sevilla&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;ia membeli sebuah gedung untuk masjid di  Seville, sebuah kawasan selatan Spanyol, Sebelum dibeli oleh Kanoute  gedung tersebut sudah disewakan kepada muslim setempat sebagai kegiatan  ibadah ummat Islam. Hanya saat ini sudah habis masa kontraknya sehingga  akan ditutup oleh pemiliknya. Oleh striker berumur 30 tahun tersebut  gedung itu dibeli lantas dihibahkan kepada muslim setempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Kanoute mengeluarkan dana sebesar 700 ribu  dollar sekitar 6,5 milyar rupiah kepada pemilik gedung. Jumlah tersebut  hampir sama dengan jumlah pendapatan Kanoute selama setahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Berkat Frederic Kanoute, sebuah masjid di  Spanyol selamat dari ancaman ditutup. Dan wakil dari komunitas islam spanyol berkomentar sesaat setelah kanoute membeli masjid tersebut, "jika tidak ada kanoute, kami tidak akan beribadah pada hari jum'at lagi, di mana itu adalah hari suci bagi umat muslim"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ia juga  kerap  bershalat di ruang ganti pemain. &lt;/span&gt;Pemain yang tahun lalu hijrah  ke Sevilla dari klub Prancis Lyon pada 2005 dan sukses membawa pulang  piala UEFA tahun lalu itu juga sempat menimbulkan kehebohan ketika  menolak mengenakan kaos Sevilla yang memuat gambar sebuah situs judi  online sebagai salah satu sponsornya. Alasannya, judi diharamkan oleh  Islam. Keteguhan sikap Kanoute akhirnya membuat Sevilla memberikan satu  kaos khusus dengan tanpa logo sponsor.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mengenai puasa, Kanoute termasuk pemain yang menolak anggapan bahwa  puasa akan menurunkan penampilannya. &lt;i&gt;”Siapa pun yang mengerti dan  memahami Islam memahami bahwa puasa justru menambah kekuatan dan tidak  memperlemah,”&lt;/i&gt; tegasnya. Dia pun telah membuktikan kebenaran pendapatnya.  Pada musim kompetisi tahun lalu, misalnya, ia mampu menjebloskan 20 gol  ke gawang lawan. Harian cetak ABC menuliskan, produktivitasnya ini  meyakinkan pemilik klub untuk tidak menekannya agar jangan berpuasa  ketika pertandingan digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Baru-baru ini Kanoute kembali beraksi,  usai menjaringkan bola ke gawang lawan, Kanoute membuka bajunya untuk  memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan &lt;b&gt;“Palestine”&lt;/b&gt;. Ini tentu  saja dimaksudkan sebagai dukungan pada Palestina yang tengah digempur  oleh pasukan Israel di Gaza.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Aksi itu mendapat simpati dari perdana mentri palestina, meskipun dia sendiri harus menerima kartu kuning dari wasit dan denda Rp 44 juta dari Federasi Sepakbola Spanyol, yang melarang pemain memamerkan pesan politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Namun, sanksi itu dijawab kanoute, &lt;i&gt;"Itu adalah sesuatu yang saya rasa harus saya lakukan. setiap orang harus menunjukkan rasa ikut bertanggung jawab manakala terjadi ketidak adilan besar seperti itu. Seratus persen saya bertanggungg jawab atas apa yang telah saya lakukan dan saya tidak peduli dengan sanksi" (denda)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Itulah Kanoute. Di tengah kilatan blitz  yang memburu, mendapat hujan pujaan, sukses di lapangan hijau, Kanoute  tetap dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan memiliki jiwa sosial  yang tinggi. Di kampung halamannya, ia mempunyai yayasan yang menyantuni  anak yatim. &lt;span lang="SV"&gt;Kini, sebuah masjid pun berdiri dengan  torehan namanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saudaraku,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perbedaan kemampuan dan keahlian yang Allah berikan kepada masing-masing kita, sesungguhnya adalah sarana yang sangat memungkinkan kita untuk berbagi atau memberi sesuatu manfaat bagi kehidupan ini, bagi banyak orang. Allah sendiri tidak pernah membatasi apa yang harus kita lakukan, namun selalu memperhitungkan apa yang bisa kita berikan. Mungkin seperti apa yang telah diberikan oleh seorang Federic Kanoute bagi agama ini dan orang banyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam Bishawwaf&lt;br /&gt;Dikutip dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THwrMATNvQI/AAAAAAAAABo/vS_DEih5zJU/s1600/kanoute4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="302" src="http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THwrMATNvQI/AAAAAAAAABo/vS_DEih5zJU/s400/kanoute4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-2072277987168525598?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/2072277987168525598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/berguru-pada-seorang-federic-kanoute.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/2072277987168525598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/2072277987168525598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/berguru-pada-seorang-federic-kanoute.html' title='Berguru Pada seorang FEDERIC KANOUTE'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THwrMATNvQI/AAAAAAAAABo/vS_DEih5zJU/s72-c/kanoute4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-1293214422113025577</id><published>2010-08-25T04:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T05:31:20.923-07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Jempol</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THrZ0YETYlI/AAAAAAAAABA/LrjfdF0CZyM/s1600/hisap-jempol.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THrZ0YETYlI/AAAAAAAAABA/LrjfdF0CZyM/s200/hisap-jempol.jpg" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By : Chairil Musa Bani &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang tak kenal jempol, saya yakin kita semua mengenalnya.  Karena memang masing-masing kita memilikinya, kecuali jika termasuk  orang yang memiliki keterbatasan secara fisik. Tapi walaupun demikian,  kita pasti tetap bisa mengenalinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, dialah salah satu  jari yang memang tampak terihat tak lebih cantik dari jari-jari yang  lainnya. Dia terlihat lebih pendek dan gendut. Dan dia juga terpisah  jauh dari semua jari-jari. Tapi walaupun begitu, justru karenanya sebuah  genggaman akan terasa lebih kuat dan mengikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam  setiap pekerjaan kita, ia selalu menjadi yang terdepan. Dia yang  membantu ketika kita menulis, dan dia juga yang membantu kita makan dan  minum ketika kita memang merasa lapar dan haus. Dia juga bisa  mengerjakan sendiri sebuah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan dengan  tiga jari.Mungkin seperti sebuah pengesahan diri atas sebuah surat,  sehingga selain cap tiga jari kita juga mengenal istilah cap jempol.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  di atas tuts keyboard computer kita, memang dia tak diberikan peran  yang banyak seperti jari-jari yang lain dengan berbagai macam  huruf-hurufnya, karena ia hanya diberikan peran memegang kendali spasi.  Tapi walaupun demikian, justru spasilah yang memberikan sebuah  pengertian atas sebuah ungkapan dalam sebuah tulisan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  di facebook, Zuckerberg (pencipta facebook) Memberikan peran kepada  jempol sebagai sebuah ungkapan rasa suka, setuju dan dukungan atas  status dan catatan seseorang. Dan untuk foto seseorang, jempol terkadang  mengandung sebuah ungkapan, "kamu cantik, dan aku suka". Dan betapa  jempol disini sangat memiliki arti tersendiri bagi seseorang yang  status, catatan atau fotonya di beri tanda jempol. Sehingga wajar jika  pada akhirnya mereka berkomentar di statusnya sendiri dengan ungkapan  ,"makasih atas jemponya....".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang ketika melihatnya  saya jadi teringat ibu. Ia tampak gendut ketika melahirkan kita, dan ia  juga terpisah jauh dari keluarga bersama rasa sakitnya ketika melahirkan  kita. Dan ketika kita dulu (bayi) lapar, dialah orang pertama yang  memberi kita makan atau minum dengan air susunya. Dan seperti juga  jempol, ia adalah sosok yang menguatkan kita. dan ia bisa melakukan  perkerjaan tiga orang sekaligus. bukan sekedar jadi ibu yangmenyayangi,  tapi ia juga bisa jadi ayah yang mengayomi, dan jadi sosok sahabatyang  bisa mengerti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan hari ini, ketika kita bisa mandiri,  mungkin tak banyak lagi pekerjaan kita yang ia kerjakan. Kecuali hanya  pesan dan nasehatnya yang selalu menyertai kita. tapi walaupun begitu,  justru&amp;nbsp; pesan-pesannyalah yang dapat mengantar kita untuk memahami dan  mengerti akan tujuan hidup yang sebenarnhya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehingga  wajar, jika pada akhirnya jempol pun dikatakan ibu jari. Karena  tugas-tugas yang ia perankan dalam tangan, sama seperti tugas ibu dalam  keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;wallahu a'lam Bisshawaf&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-1293214422113025577?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/1293214422113025577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/arti-sebuah-jempol.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/1293214422113025577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/1293214422113025577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/arti-sebuah-jempol.html' title='Arti Sebuah Jempol'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THrZ0YETYlI/AAAAAAAAABA/LrjfdF0CZyM/s72-c/hisap-jempol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-2796092458250539697</id><published>2010-08-25T04:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T05:32:08.774-07:00</updated><title type='text'>Doa Emak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THuh60OkL5I/AAAAAAAAABI/Q0oTFIsNAtM/s1600/Doa_Ibu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THuh60OkL5I/AAAAAAAAABI/Q0oTFIsNAtM/s200/Doa_Ibu.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By : Chairil Musa Bani&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="text-align: justify;"&gt;Walaupun saya hanya  menjadi imam taraweh di rumah. Ternyata dampak kemajuan dari barisan  shalat tidak hanya terasa di masjid-masjid atau mushola-mushola saja.  Tapi kemajuan itu juga berimbas di rumah saya. Buktinya malam ini saya  hanya menjadi seorang imam dari seorang makmum, yaitu ibu saya sendiri.  Tapi meskipun demikian saya tetap berusaha untuk setia jadi imam  pribadinya di rumah. Walaupun saya juga sebenarnya ingin shalat di  masjid seperti yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah selesai shalat maka  saya pun berdoa dengan hanya di temani irama amin&amp;nbsp; ibu saya. Dan di  tengah doa-doa saya, saya pun terpikir untuk memanjatkan doa-doa pribadi  saya, karena menurut saya ini adalah kesempatan yang tepat buat doa  saya terbang kelangit bersama irama amin yang Beliau panjatkan. Maka  saya pun panjatkan doa-doa pribadi saya, mulai dari permintaan akan ilmu  yang selalu bertambah, ilmuyang bermanfaat, hingga jodoh yang shalehah  dengan bahasa yang mungkin ia tak mengerti tentunya(bahasa arab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  setelah selesai berdoa, lalu saya pun mencium tangannya.Dan tahukan apa  yang terjadi setelah itu?? Ternyata beliau berkata, &lt;i&gt;"emak  doain...mudah-mudahan ilmu lu bermanfaat, dan lu dapet jodoh yang  sholehah..."&lt;/i&gt; saya-pun terkaget mendengarnya dan dengan kontan saya  pun langsung mengamininya. Mata sayapun berkaca-kaca mendengarnya, dalam  hati saya saya berucap &lt;i&gt;"makasih mak atas doanya..."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata,  tanpa kita minta, ibu selalu berdoa dan mendoakan yang terbaik buat  kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb.... Makasih atas karunia terbesar yang telah  Engkau berikan kepadaku, sesosok malaikat yang Engkau utus kepadaku,  sesosok malaikat yang Engkau ajarkan aku untuk memanggilnya ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu  a'lam bisshawaf&lt;br /&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-2796092458250539697?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/2796092458250539697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/doa-emak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/2796092458250539697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/2796092458250539697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/doa-emak.html' title='Doa Emak'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THuh60OkL5I/AAAAAAAAABI/Q0oTFIsNAtM/s72-c/Doa_Ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-655829210596764943</id><published>2010-08-19T14:24:00.001-07:00</published><updated>2010-08-30T05:34:29.838-07:00</updated><title type='text'>Psikologi Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THujMCEua5I/AAAAAAAAABQ/vu-sucustCE/s1600/Ramadhan+Mubarak+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THujMCEua5I/AAAAAAAAABQ/vu-sucustCE/s320/Ramadhan+Mubarak+2.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By : Chairil Musa Bani &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau  dalam tulisan yang sebelumnya (karena Allah sayang kamu)   dikatakan,  bahwa ramadhan adalah cara, cara bagaimana Allah mendidik   hambanya untuk  menjadi lebih baik dan tidak nakal lagi. Maka itu adalah   benar adanya,  karena memang pernyataan tersebut berangkat dari   firman-Nya, "Hai  orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu   berpuasa sebagaimana  diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu   bertakwa".(QS.  Al-Baqarah : 183)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena  pada akhirnya, taqwa  bukanlah sekedar kebaikan sikap antara  kita dengan  Tuhan kita, tapi  juga kebaikan sikap antara kita dengan  sesama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  adalah  ramadhan merupakan sebuah metode yang Allah gunakan untuk   mendidik  kita menjadi baik dan lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau  dalam kajian psikologi  kita mengenal ada istilah &lt;i&gt;&lt;b&gt;reinforcement &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;(peneguhan/penguatan).  Sebuah istilah yang diusung oleh seorang   psikolog amerika serikat   yang beraliran behaviorisme. Dia mengartikan, reinforcement  ini adalah  setiap konsekuensi atau dampak tingkah laku yang memperkuat   tingkah  laku tertentu. Atau Reinforcement juga dapat diartikan   stimulus yang  meningkat kemungkinan timbulnya respon tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka  dengan  demikian, ramadhan adalah satu bulan yang berbentuk    reinforcement/bulan reinforcement. Sebab bulan Ramadhan sebagai satu    stimulasi yang menguatkan psikologi Muslim untuk berbuat baik, menjadi    baik dan mengamalkan apa-apa yang diperintahkan dalam Islam juga    meninggalkan apa-apa yang dilarang di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan   sekiranya skinner berpendapat bahwa reinforcement orang tua  dalam   mendidik anaknya membutuhkan dua metode, yaitu dengan ;  punishment   (hukuman) dan Reward (hadiah). Maka begitupula dengan  ramadhan, ia juga   menjajikan kepada kita dengan 2 hal tersebut. Tapi  kita jangan   sekali-kali mengatakan bahwa Allah telah mengadopsi metode   reinforcement  ini dari seorang skinner. Karena Ramadhan dan segala   metode pendidikan  Allah telah ada dan ditetapkan sebagai aturan sebelum   skinner ada dan  ditetapkan sebagai manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.        Punishment (hukuman)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;Pertama, berupa  hukuman fisik (ancaman secara  fisik)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah  saw pernah bercerita, &lt;i&gt;"Ketika aku  tidur, datanglah  dua orang pria  kemudian memegang dhahaya[1],  membawaku ke satu gunung  yang kasar (tidak  rata), keduanya berkata,  "Naik". Aku katakan, "Aku  tidak mampu".  Keduanya berkata, 'Kami akan  memudahkanmu'. Akupun naik  hingga sampai ke  puncak gunung, ketika  itulah aku mendengar suara yang  keras. Akupun  bertanya, 'Suara apakah  ini?'. Mereka berkata, 'Ini  adalah teriakan  penghuni neraka'. Kemudian  keduanya membawaku, ketika  itu aku melihat  orang-orang yang digantung  dengan kaki di atas, mulut  mereka  rusak/robek, darah mengalir dari  mulut mereka. Aku bertanya,  'Siapa  mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka  adalah orang-orang yang  berbuka  sebelum halal puasa mereka&lt;/i&gt;.(waktu  berbuka) ." [Riwayat  An-Nasa'i  dalam Al-Kubra sebagaimana dalam  Tuhfatul Asyraf 4/166 dan  Ibnu Hibban  (no.1800-zawaidnya) dan Al-Hakim  1/430 dari jalan  Abdurrahman bin Yazid  bin Jabir, dari Salim bin  'Amir dari Abu Umamah.  Sanadnya Shahih]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  kalau untuk hukuman  pertama ini kita sudah di buat takut  karenanya,  maka tentu kita tidak  akan pernah berfikir untuk pernah   meninggalkannya(puasa). Tapi jika  keadaan atau suasana pada akhirnya   memaksa kita untuk berfikir untuk  membatalkan puasa dengan tanpa alasan   yang jelas. Dan berkeyakinan  bahwa kita bisa membayarnya di lain waktu.   maka kitapun akan di  hadapkan oleh hukuman yang kedua, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;Kedua, Hukuman mental&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari  Abu Hurairah, dia  berkata, Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa  Sallam  bersabda, &lt;i&gt;"Barangsiapa  yang berbuka (tidak berpuasa) sehari  di bulan  Ramadhan tanpa adanya  alasan ('udzur) ataupun sakit, maka  seluruh puasa  yang dilakukannya  selama setahun tidak dapat menimpalinya   (membayarnya)."&lt;/i&gt; (HR.  Bukhari secara Ta'liq)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  tentu saja secara mental kita akan  berpikir dua kali jika hendak   meninggalkan puasa dengan tanpa alasan  yang jelas. Karena pada  akhirnya,  kita tidak akan pernah bisa membayar  puasa yang telah kita  tinggalkan.  Maka mau tidak mau, kita harus  menyelesaikan puasa ini  dengan sempurna  ketika memang tak ada alasan  yang membolehkan kita  membatalkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  ketika memang pada  kenyataanya kita tidak lagi meninggalkanya  (puasa),  ternyata tidak  terhenti sampai di situ,  Allah pun kembali  mengingatkan  kita ketika  kita tidak memaknainya (puasa) dengan hukuman  yang ketiga :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;Ketiga, hukuman  secara fisik maupun mental  (ancaman kesia-sian)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Betapa  banyak orang yang berpuasa  namun dia tidak mendapatkan  dari puasanya  tersebut kecuali rasa lapar  dan dahaga." (HR.  Ath  Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak  mengapa. Syaikh Al  Albani  dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084  mengatakan bahwa  hadits  ini shohih ligoirihi -yaitu shohih dilihat  dari jalur lainnya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  tentu kita tak ingin tersiksa secara  fisik dengan lapar dan  dahaganya,  dan juga tersiksa secara mental  karena tak bisa mendapatkan  apa-apa  (pahala) kecuali hanya  kesia-siaan. lantas bagaimana agar kita  tidak  tersiksa secara fisik  maupun mental?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka  Allah menberikan jawaban melalui sabda  nabi-Nya,&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Jangan berkata dusta&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa   yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah  mengamalkannya, maka   Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang  dia tahan."&lt;/i&gt; (HR.  Bukhari no. 1903).&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menahan diri dari perkataan lagwu  (sia-sia)  dan rofats&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Puasa  bukanlah hanya menahan  makan dan minum saja. Akan tetapi,  puasa adalah  dengan menahan diri  dari perkataan lagwu dan rofats.  Apabila ada  seseorang yang mencelamu  atau berbuat usil padamu,  katakanlah padanya,  "Aku sedang puasa, aku  sedang puasa".&lt;/i&gt; (HR.   Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam  Shohih At Targib wa At   Tarhib no. 1082 mengatakan bahwa hadits ini  shohih) (Istilah rofats   adalah istilah untuk setiap hal yang  diinginkan laki-laki pada wanita."   Atau dengan kata lain rofats adalah  kata-kata porno).&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jabir   bin 'Abdillah menyampaikan petuah yang sangat bagus : &lt;i&gt;"Seandainya    kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu    turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu    menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu.    Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama    saja."&lt;/i&gt; (Lihat Latho'if Al Ma'arif, 1/168, Asy Syamilah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.        Reward (Hadiah)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  selain hukuman, maka  ramadhan juga menjanjikan banyak hadiah  bagi  orang-orang yang  melaksanakannya. Dan diantara hadiah yang banyak  itu,  adalah  sebagaimana yang tergambar dari firman-Nya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Setiap  amalan  kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi  10 hingga 700  kali  dari kebaikan yang semisal. Allah 'Azza wa Jalla  berfirman (yang   artinya), "Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan  Aku sendiri yang   akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat  dan makanannya   demi Aku." &lt;/i&gt;(HR. Muslim no. 1151)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lihatlah,  untuk amalan  lain selain puasa akan diganjar dengan 10  hingga 700 kali  dari  kebaikan yang semisal. Namun, lihatlah pada amalan  puasa, khusus  untuk  amalan ini Allah sendiri yang akan membalasnya.  Lalu seberapa  besar  balasan untuk amalan puasa? Agar lebih memahami  maksud hadits di  atas,  perhatikanlah penjelasan Ibnu Rojab berikut  ini.  "Hadits di  atas  adalah mengenai pengecualian puasa dari  amalan yang dilipatgandakan   menjadi 10 kebaikan hingga 700 kebaikan  yang semisal. Khusus untuk   puasa, tak terbatas lipatan ganjarannya  dalam bilangan-bilangan tadi.   Bahkan Allah 'Azza wa Jalla akan  melipatgandakan pahala orang yang   berpuasa hingga bilangan yang tak  terhingga. Alasannya karena puasa itu   mirip dengan sabar. Mengenai  ganjaran sabar, Allah berfirman,   "Sesungguhnya hanya orang-orang yang  bersabarlah yang dibalas dengan   pahala tanpa batas." (QS. Az Zumar  [39] : 10).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  akhirnya,  ketika kita memang bisa dan mampu melakukan itu semua  dengan  sempurna,  maka paling tidak minimal ada 3 kebaikan yang kita  bisa ambil  dari  kebaikan ramadhan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;Pertama,   Menjaga lisan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bersama  ramadhan kita bisa boleh belajar,  bahwa kita sebagai umat  islam sudah  semesti duduk bersama dalam satu  lingkaran persatuan dan  bersama-sama  membahas dan mencari solusi atas  setiap permasalahan umat  islam yang ada  di sini bahkan di dunia ini.  Baik itu masalah  kemerosotan moral yang  tengah marak terjadi atau  bahkan masalah saudara  kita di palestina.  Ketimbang harus  memperdebatkan  permasalahan-permasalah yang memang sudah  terjadi  perbedaan di  dalamnya. Terlebih ketika permasalahan tersebut  hanya  akan mengantarkan  kita pada ucapan-ucapan yang hanya akan saling   menyakiti satu sama  lain.(ucapan yang sia-sia). karena pada akhirnya,   segala peperangan dan  pertumpahan darah yang terjadi di dunia ini, itu   bermula dari lisan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;kedua,   Bersabar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan  kalau hari ini kita mengenali diri kita  sebagai seorang  koruptor. maka  ketahuilah, mungkin kita termasuk orang  yang memang  belum bersabar dalam  memahami, bahwa kebahagia yang  sebenarnya bukan  pada uang yang  menumpuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  kalau hari kita  mengenali diri kita sebagai seorang penjinah,  maka  ketahui pula, bahwa  kita mungkin belum bisa bersabar, sehingga  harus  menyegerakan  kenikmatan tersebut dalam ketidak halalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  jika hari ini kita  adalah seorang perampok, pencuri atau mafia  dari  beragam kejahatan.  Maka sadarailah, mungkin kita belum bersabar  dalam  mencari rijki-Nya  yang halal Karna pada akhirnya, bersabar adalah  sumber  dari segala  kebaikan. Dan meninggalkannya adalah sumber dari  segala  kejahatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;Ketiga,  Berempati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  bersama  ramadhan kitapun diajarkan untuk berempati dan bisa  melihat  sisi lain  kehidupan tentang kehidupan orang-orang yang jauh  secara  materi di  bawah kita dengan rasa lapar yang tengah kita rasakan  ketika  berpuasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan   pada akhirnya ramadhan bukan sekedar hendak mengajarkan kita  menjadi   orang yang pandai berbicara kebaikan, dan tidak menjadi pelaku    kerusakan. Tapi ramadhan juga mengajarkan kita untuk menjadi pelaku    kebaikan. Salah satunya dengan adanya kewajiban berzakat setelahnnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan   akhirnya, ramadhan adalah cara. Cara bagaimana Allah mendidik   hambanya  menjadi lebih baik dan tidak nakal lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahu  a'lam  bisshawab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-655829210596764943?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/655829210596764943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/psikologi-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/655829210596764943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/655829210596764943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/psikologi-ramadhan.html' title='Psikologi Ramadhan'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THujMCEua5I/AAAAAAAAABQ/vu-sucustCE/s72-c/Ramadhan+Mubarak+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-8944787155478431421</id><published>2010-08-19T14:22:00.001-07:00</published><updated>2010-08-30T05:39:29.363-07:00</updated><title type='text'>Karena Allah Sayang kamu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THumVe_Z6bI/AAAAAAAAABY/puXybY7Z4JI/s1600/Doa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THumVe_Z6bI/AAAAAAAAABY/puXybY7Z4JI/s200/Doa.jpg" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By : Chairil Musa Bani &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di perpustakaan Pesantren Sukamanah Tasikmalaya 8 tahun yang lalu.  Saya pernah membaca sebuah kisah menarik tentang kehidupan ibu dengan  seorang anaknya  dalam sebuah buku yang berjudul "Meraih Ampunan Ilahi".  Dan Saya lupa siapa nama pengarang buku itu. Tapi walaupun demikian  saya tetap yakin, sekiranya saat ini kita hendak mengambil pelajaran  dari apa yang pernah ditulisnya. Dan kita bisa mengambil kebaikan dari  apa yang pernah diceritakannya. Maka insya Allah, kebaikan itu tidak  akan salah alamat, karena ia akan tetap kembali kepada si penulisnya.  Amien....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kira-kira ceritanya begini,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sebuah rumah yang  tampak terlihat sederhana, hiduplah seorang ibu setengah baya dengan  ditemani seorang manusia kecil yang sangat disayanginya. Ya, dia sangat  menyayangi teman kecilnya itu. Betapapun tidak, karena dia bisa jadi apa  saja yang dibutuhkan teman kecilnya itu, dia bisa jadi selimut ketika  teman kecilnya kedinginan, dia bisa jadi atap ketika teman kecilnya  kehujanan atau kepanasan dan bahkan dia juga bisa menjadi badut ketika  teman kecilnya menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan jauh sebelum semua itu, ternyata ia  pernah juga melindungi teman kecilnya ini dari ancaman kematian dengan  menempatkannya pada sebuah ruangan yang memang hanya dikhususkan bagi  orang-orang yang tersayang (Rahim). Dan walaupun teman kecilnya ini  kerapkali membebani dan merepotkan dirinya dan bahkan sempat mengancam  kehidupannya ketika melahirkannya, tapi entah kenapa ketika ada  seseorang yang bertanya tentang siapa sebenarnya manusia kecil yang  menemaninnya itu. Dia malah justru  dengan bangga menjawab, &lt;i&gt;"dia  adalah malaikat kecilku, buah hatiku, belahan jiwaku dan dialah anakku"&lt;/i&gt;.  Sambil tersenyum ia menatap wajah anaknya yang seolah tak peduli.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga  satu saat, di rumah sederhana itu terlihat sang anak tertunduk di depan  pintu rumahnya. Dan di sela-sela tunduknya itu terdengar suara ibu yang  terdengar marah,&lt;i&gt; "anakku, kalau sekiranya kamu masih nakal, dan tak  mau mendengar nasehat-nasehat ibu, maka sekarang kamu boleh pergi dan  bermainlah ketempat-tempat yang menurutmu bisa membuatmu bahagia"&lt;/i&gt;  ucap sang ibu sambil menutup pintu rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tahukah kita apa  yang anak itu lakukan? Ternyata anak itu tidak mengetuk pintu rumahnya  lalu meminta maaf kepada sang ibu atas kesalahannya. Tapi ia justru  malah melangkah pergi meninggalkan rumah beserta ibunya. Entah, mungkin  sang anak hendak mecoba mencari ketenangan dan kebahagiaan pada selain  ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka iapun pergi ke pantai, ternyata apa? Ternyata desir  ombaknya tak mampu membasuh kegelisahan hatinya. Lalu ia pergi ke  gunung, ternyata kebesarannya juga tak mampu membesarkan jiwanya dan  iapun pergi ke padang yang luas, ternyata apa? ternyata keluasaannya tak  mampu melapangkan hatinya yang sempit. Semuanya tak ada yang mampu  membuatnya gembira dan bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Iapun tersadar, bahwa hanya  ibunyalah yang mampu membasuh kegelisahan hatinya ketika bimbang, yang  mampu membesarkan jiwanya ketika kerdil dan hanya ibunyalah yang mampu  melapangkan jiwanya ketika sempit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, iapun memutuskan  untuk kembali ke rumah dan ibu yang sempat di tinggalkannya. Dan ketika  ia sampai di depan rumahnya, ia mendapati pintu rumahnya masih tertutup  rapat. Lalu iapun mengetuk pintu rumahnya seraya memanggil ibunya. &lt;i&gt;"bu...  ibu...."&lt;/i&gt;. Tapi tampaknya sang ibu belum mendengarnya, terlebih  ketika itu sang anak hanya mengetuk pintu itu satu kali saja. Mungkin,  karena si anak masih merasa malu atas kesalahan yang telah ia lakukakn  kepada ibunya. Dan karena sang anak merasa lelah atas perjalanan  panjangnya, maka iapun duduk lalu tertidur tepat di depan pintu  rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan ketika menjelang senja, pintu rumahpun terbuka. Dan  tahukah kita apa yang terjadi? Si ibu menagis, karena tak tega melihat  anaknya tertidur di depan rumah dengan tanpa alas dan selimut, lalu  dengan segera iapun merangkul sang anak dalam pelukannya dan membawanya  masuk kedalam rumahnya. Dan dari sela-sela bilik rumah tersebut  terdengar sang ibu berkata dengan di selingi tangisnya,&lt;i&gt;" kamu jangan  kemana-mana lagi ya sayang...pokonya kamu jangan pergi meninggalkan ibu  lagi... karena kemanapun kamu pergi, kamu tidak akan medapatkan tempat  yang nyaman selain bersama ibu... ibu tak menginginkan apa-apa dari  kamu... kalaupun ada yang ibu inginkan dari kamu... ibu hanya ingin kamu  menjadi anak yang baik dan kamu jangan nakal lagi ya...."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah  sepotong kisah tentang kasih sayang ibu terhadap anaknya. Sebuah kisah  yang selalu menjadikan kita terdiam dan tak bisa berkata apa-apa. Karena  kita sendiri juga mungkin pernah memiliki kisah yang sama antara kita  dengan ibu kita. walaupun dalam judulnya berbeda, tapi tetap saja itu  masih dalam tema yang sama, &lt;i&gt;"kasih sayang ibu terhadap kita anaknya&lt;/i&gt;".  Dan kalaupun ada komentar dari cerita yang yang pernah kita pernah  perankan bersama ibu, maka mungkin kita hanya akan berkomentar,&lt;i&gt; "bu,  maafkan semua kesalahan saya. Dan tahukah ibu? Bahwa sebenarnya saya  juga sangat menyayangi ibu".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;\&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan bukan hanya kita, ternyata  Umar bin Khatab sendiri pernah bercerita tentang kisah seorang ibu. dan  masih dalam tema yang sama. Dia (Umar bin Khatab) pernah  menceritakan pengalamannya setelah melewati suatu peperangan.  "Didatangkan beberapa tawanan ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi  wasallam. Tiba-tiba ada di antara para tawanan seorang wanita yang buah  dadanya penuh dengan air susu. (tampaknya ia kebingungan dan sedih  karena mencari anaknya). Setiap ia dapati anak kecil di antara tawanan  itu, ia ambil dan kemudian ia dekap di perutnya dan disusuinya. Maka  Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya pada para sahabat, &lt;i&gt;"Apakah  kalian menganggap wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?"&lt;/i&gt;  Kami pun menjawab, &lt;i&gt;"Tidak. Bahkan dia tak akan kuasa untuk  melemparkan anaknya ke dalam api.........."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana  saudaraku, apa hikmah inti yang bisa kita petik dari cerita (hadist)  yang di sampaikan Umar Bin Khatab tersebut? Mungkin kita semua akan  menjawab dengan jawaban yang seragam. Bahwa hikmah inti dari cerita itu  adalah tentang betapa besarnya kasih sayang ibu terhadap anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan  kalau sekiranya hadits tersebut memang benar-benar terhenti sampai di  situ, maka tepatlah jawaban kita. Tapi kenyataannya apa? Ternyata hadist  tersebut tidak terhenti sampai di situ, dan karena jawabannya justru  ada di ujung atau akhir hadits tersebut. &lt;i&gt;".......Nabi shallallahu  'alaihi wasallam bersabda, "Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-Nya  daripada wanita ini terhadap anaknya."&lt;/i&gt; (HR. Muttafaq Alaih)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya,  ternyata kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya adalah hikmah intinya.  Karena kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya masih lebih besar ketimbang  kasih sayang ibu terhadap anaknya. Kenapa?? Maka Allah swt sendiri  telah menjawabnya, karena &lt;i&gt;"Kasih sayang-Ku meliputi segala sesuatu"&lt;/i&gt;  (QS. Al-A'raf : 156)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan pada kenyataannya, kita memang bisa  tumbuh dan besar tidak semata-mata karena kebaikan ibu, tapi di sana  juga ada kebaikan alam dan keadaan. Artinya, kita bertumbuh dan besar  bersama ibu yang baik di alam yang ramah dan keadaan yang tidak  mencekam.  sedangkan untuk semua itu (ibu yang baik, alam yang ramah dan  keadaan yang tak mencekam) adalah Allah yang memberikan (mentakdirkan).  &lt;i&gt;"Sesungguhnya Allah berkuasa(mentakdirkan) atas segala sesuatu" &lt;/i&gt;(QS.  Al-Baqarah : 20)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, apapun yang ibu berikan kepada kita atas  nama cintanya. Sesungguhnya itu tidak akan pernah benar-benar terjadi  jika sebelumnya Allah sendiri telah terlebih dahulu menanamkan rasa  cinta kepadanya (ibu) atas nama sayang-Nya terhadap kita hamba-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena  setiap kebaikan yang ibu berikan pada kita, adalah juga kebaikan yang  Allah anugerahkan buat kita. Tapi tidak setiap kebaikan Yang Allah  berikan kepada kita, itu adalah juga kebaikan yang ibu berikan buat  kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin, seperti kebaikan ramadhan. Sebuah kebaikan yang tak  seorangpun bisa memberikannya. Karena ramadhan bukanlah pemberian dari  makhluk kepada makhluk lainya. Tapi ia merupakan pemberian Khalik kepada  makhluk-Nya. dan kalau pun seolah ada kebaikan yang di berikan dari  makhluk kepada makhluk lainya (seperti zakat/shadaqoh) di bulan  ramadhan, maka itu adalah dampak kebaikan ramadhan yang telah diberikan  sang Khalik kepada makhluknya. Karena pada akhirnya, Allah adalah sumber  segala kebaikan, dan sumber segala rasa sayang dari setiap manusia yang  baik, dan manusia yang terbaik (ibu).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan hari ini, ketika  kehidupan dan segala persoalannya terasa sangat menghimpit dan  menyedihkan. Dan ketika kebahagiaan yang selama ini kita cari tak  kunjung ditemukan. Maka, marilah kita kembali kepada-Nya. karena  bersama-Nya kita akan merasa lapang dan Bahagia. Dan bersaman-Nya pula,  kebahagiaan yang tak terbantahkan itu ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sejauh apapun kita  telah jauh meninggalkan-Nya, dan sebanyak apapun kita telah berbuat  maksiat kepadanya. Maka jangan pernah kita berfikir bahwa Dia tidak akan  mengampuninya. Karena seperti juga ibu yang masih mau menerima dan  berharap akan kembali anaknya. Maka seperti itu juga Allah akan menerima  kita dan berharap akan kembalinya kita. Dan bahkan dengan kadar yang  lebih besar dari itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlebih untuk kebaikan yang Dia berikannya  saat ini (Ramadhan), di saat pintu sayang dan maaf-Nya telah di buka  selebar-lebarnya. Maka di saat itu pula kita tak perlu lagi mengetuk  pintu-Nya apalagi sampai harus tertidur di serambi sayang dan maaf-Nya.  karena sebelum kita tertunduk malu dan duduk lelah karena dosa-dosa  kita, Maka Allah swt telah terlebih dahulu merenkuh kita dalam pelukkan  dan dekapan kasih sayang-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan akhirnya, Ramadhan Adalah cara,  cara bagaimana Allah mendidik kita menjadi manusia yang baik dan tidak  nakal lagi. Ramadhan adalah juga tempat, tempat yang mungkin bisa  menyadarkan kita bahwa kebahagiaan yang selama ini kita cari itu hanya  ada pada kebersamaan kita dengan-Nya. dan Ramadhan juga adalah hadiah.  Ya, hadiah dari sebuah alasan,&lt;b&gt; 'karena Allah sayang Kamu'.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahu  a'lam bisshawab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-8944787155478431421?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/8944787155478431421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/karena-allah-sayang-kamu_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/8944787155478431421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/8944787155478431421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/karena-allah-sayang-kamu_19.html' title='Karena Allah Sayang kamu'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/THumVe_Z6bI/AAAAAAAAABY/puXybY7Z4JI/s72-c/Doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-3824079067699228585</id><published>2010-08-19T14:21:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T14:21:08.439-07:00</updated><title type='text'>Mungkin, kita belum sepenuh hati mempercayainya</title><content type='html'>Dahulu ada dua orang yang masuk islam di hadapan Rasulullah saw. tak  lama kemudian, salah satu dari kedua orang itu gugur syahid dalam satu  peperangan. Sementara yang satunya lagi, baru meninggal satu tahun  kemudian. Thalhah bin Ubaidillah bermimpi dan mengatakan, "Dalam mimpi  aku melihat yang meninggal belakangan, yang lebih dulu dimasukkan ke  syurga sebelum yang mati syahid pertama." Lalu esok harinya thalhah  menyampaikan mimpinya itu kepada Rasulullah saw. Rasul bersabda,  Bukankah yang meninggal belakangan itu telah berpuasa di bulan Ramadhan,  dan shalat 6000 rakaat ini dan itu, lalu juga melaksanakan shalat  sunnah? Dalam Riwayat lain Rasulullah saw mengatakan, "Bukankah ia telah  memasuli bulan Ramadhan dan ia puasa dan sujud dalam satu tahun itu?  Lalu Rasulullah saw mengatakan, "Sesungguhnya jarak antara keduanya  lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi..." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukanlah cerita tentang ketidak adilan Allah karena telah memasukan  Orang kedua sebelum orang yang pertama masuk syurga. karena mustahil  bagi Allah memiliki sifat demikian. karena pada akhirnya, kedua-duanya  bisa menghabiskan waktu bersama-sama di syurga-Nya. tapi ini adalah  sebuah cerita tentang kemulian ramadhan bagi mereka yang menjalaninya.  Karena semua ibadah yang dilakukan di bulan itu dilipat gandakan.  Sehingga wajar jika pada akhirnya Rasulullah mengatakan bahwa dia (orang  kedua) telah shalat sebanyak 6000 rakat dan dalam riwayat lain di  katakan bahwa ia telah puasa dan sujud dalam satu tahun itu. Dan adalah  wajar jika ia menjadi orang pertama yang masuk kedalam syurga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah salah satu cara Allah meyakinkan kita supaya kita mau  mempercayai bahwa ramadhan adalah bulan termulia, bulan terbaik dari  segala bulan yang ada. Dan tidak hanya itu, rasulullah saw pun telah  banyak menyampaikan hadist-hadistnya yang telah mengambarkan ramadhan  dengan segala kemuliaannya, itupun dengan alasan yang sama, agar kita  mau mempercayainya bahwa ramadhan adalah bulan yang penuh dengan  keberkahan, kebaikan dan bulan yang penuh akan pengampunan. karena pada  akhirnya, hanya kepercayaanlah yang mampu menggerakan kita untuk bisa  dan mau memuliakan apa yang di percayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bahkan dalam satu kesempatan Rasulullah saw  sempat seolah hendak  beranalogi kepada kita agar kita benar-benar percaya akan kemulian bulan  ramadhan ini, sebagaimana dalam sabdanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu  kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan  Rabbnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebelum kita membahas lebih jauh hadist ini, mungkin ada hal yang  terlebih dulu mesti kita pahami dari maksud dari dua kebahagiaan dalam  hadist ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Kebahagiaan ketika kita berbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbuka, jiwa begitu ingin mendapat hiburan dari hal-hal yang  dia rasakan tidak menyenangkan ketika berpuasa, yaitu jiwa sangat senang  menjumpai makanan, minuman dan menggauli istri. Jika seseorang dilarang  dari berbagai macam syahwat ketika berpuasa, dia akan merasa senang  jika hal tersebut diperbolehkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kebahagian ketika berjumpa dengan Rabbnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah kebahagian ketika seorang hamba berjumpa dengan Rabbnya yaitu dia  akan jumpai pahala amalan puasa yang dia lakukan tersimpan di sisi  Allah. Itulah ganjaran besar yang sangat dia butuhkan. "Dan kebaikan apa  saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)  nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar  pahalanya." (Qs. Al Muzammil: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau kita mencoba melihat dari dua kebahagia di atas, maka kebahagian  pertama adalah kebahagiaan yang sangat mudah kita pahami dan mudah kita  mengerti. Kenapa? Karena memang kita pernah mengalaminya, pernah  merasakannya dan kita pun benar-benar mengakui akan kebahagiaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk kebahagian yang kedua ini bagaimana? Kalau kita mau jujur,  pemahaman kita akan kebahagiaan yang kedua ini tak sebaik ketika kita  memahami kebahagiaan yang pertama(berbuka). Mungkin karena kita belum  pernah mengalaminya dan juga belum pernah merasakannya. Padahal justru  sebenarnya kita harus benar-benar bisa memaknai dan memahami makna  kebahagian yang kedua ini ketimbang kebahagiaan yang pertama. Karena  kebahagiaan kedua inilah yang justru bisa menghantarkan kita untuk bisa  menghormati  ramadhan dengan segala kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah kenapa Rasulullah saw seolah hendak mengadakan pendekatan  akal kepada kita, bahwa kita akan benar-benar mendapatkan kebahagian  ketika berjumpa dengan Allah, seperti kebahagian yang telah benar-benar  kita rasakan ketika kita berbuka. Dan tentu dengan kadar kebahagian yang  lebih besar ketimbang kebahagiaan yang pertama. Karena pada akhirnya,  kebahagia pertama hanya sekedar sinyal dari kebahagiaan yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, ketika kita tengah menanti detik-detik kehadirannya  (ramadhan), maka marilah kita mencoba tuk percaya bahwa ramadhan adalah  tamu termulia yang Allah pernah hadirkan kepada kita. Karena hujan yang  selama ini kita ridukan, hanya akan turun bersama dengan kepercayaan dan  pemaknaan yang mendalam kita akan kemuliaannya (Ramadhan). Ya, hujan  ibadah dan amal yang akan menumbuhkan pohon takwa dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau sekiranya ia(Ramadhan) telah benar-benar hadir ketengah kita ,  tapi kita masih saja menyia-nyiakannya, menodainya dan tidak pernah  menganggap kehadirannya. Maka mungkin, sebenarnya kita belum sepenuh  hati mempercayainya (Kemuliaan Ramadhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam Bisshawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-3824079067699228585?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/3824079067699228585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/mungkin-kita-belum-sepenuh-hati_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/3824079067699228585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/3824079067699228585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/08/mungkin-kita-belum-sepenuh-hati_19.html' title='Mungkin, kita belum sepenuh hati mempercayainya'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-511956456140412699</id><published>2010-07-13T08:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-13T08:03:15.348-07:00</updated><title type='text'>Separuh malam terindah, antara Nabi dengan Tuhannya</title><content type='html'>By : chairil musa bani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa di dunia ini orang yang tak pernah merasa sakit hati, kecewa dan  marah karena perilaku buruk atau penghianatan orang lain? saya yakin,  kita semua pernah mengalami satu kondisi yang memaksa kita untuk kecewa  dan menangis karena perlakuan buruk atau penghiatan seorang teman yang  kita mengenalinya sebagai rekan kerja, istri/suami atau kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari berbagai penghianatan itupun lahir berbagai macam sikap ; ada  yang hanya bisa menangis, ada juga yang bersumpah serapah, dan ada juga  yang berfikir untuk membelas keburukan itu dengan keburukan lagi. Dan  bahkan ada orang yang sampai mengakhiri hidupnya hanya karena sebuah  alasan, ia tak mampu menahan kesedihan karena kekasihnya telah  menghianati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja kita mau mengikut sertakan Allah dalam setiap permasalahan  yang tengah kita alami tersebut, mungkin akan lain ceritanya dan mungkin  akan indah pada akhirnya. Seperti indahnya separuh malam yang pernah  Nabi saw habiskan dalam perjalanan menemui Tuhan-Nya (isra’ mi’raj). Kok  bisa? Begini ceritanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, selepas kepergian paman dan istri tercintannya. Kecaman, cacian  dan penganiayaan kepada beliau saw semakin menjadi-jadi. tak ada lagi  yang membela, menjaga dan menjadi pelipur lara. Makkah seolah tak  memberi harapan baik bagi dakwah yang telah mati-matian ia perjuangkan.  Tapi sesempit apapun saluran dakwah, aliran kebaikan harus tetap  mengalir. Maka, Ketika makkah terlalu sempit baginya. beliau saw pun  mencoba mengadu nasib agama kita ini ke sebuah negeri yang disana  terdapat banyak orang-orang pandai (Thaif). Disana, Beliau tinggal  selama 10 hari. Beliau berdakwah dari rumah kerumah, ke pasar-pasar dan  ke jalan-jalan. Namun tidak ada seorangpun yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika hendak meninggalkan tha’if. Beliau saw berdiri dihadapan  penduduk Tha’if, beliau mengutarakan harapan agar orang-orang  merahasiakan kunjungannya ke tha’if agar kecaman dan permusuhan  orang-orang makkah terhadap islam tidak semakin meningkat. Dan ternyata  bukan hanya sekedar menolak permintaan terakhir nabi saw, tapi mereka  juga menimpukinya dengan batu hingga kaki beliau mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di sebuah kembun anggur milik penduduk setempat, diantara sengal  nafas dan lukanya, terekam sebuah do’a,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah, aku mengadukan kepada-MU akan lemahnya kekuatanku dan  sedikitnya daya upayaku pada pandangan manusia. Wahai Yang Maha Rahim  dari sekalian rahimin. Engkaulah Tuhannya orang2 yang merasa lemah, dan  Engkaulah Tuhanku, kepada siapakah Engkau serahkan diriku. Kepada musuh  yang menghinaku ataukah kepada keluarga yang Engkau berikan kepadanya  urusanku, tidak ada keberatan bagiku asal saja aku tetap dalam  keridhaan-Mu. Dalam pada itu afiat-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung  dengan cahaya Wajah-Mu Yang Mulia yang menyinari seluruh langit dan  menerangi semua yang gelap dan atasnyalah teratur segala urusan dunia  dan akhirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahan-Mu atau dari  Engkau turun atasku adzab-Mu. Kepada Engkaulah aku mengadukan urusanku  sehingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan melalui  Engkau."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-habib Ali al Jufri dalam sebuah kesempatannya pernah berkomentar  mengenai doa ini, beliau bilang &lt;i&gt;“apabila kita ditimpa satu masalah  yang besar dan apabila orang lain/ musuh musuh telah sangat menindas  kita. Maka kita memerlukan dua adab yang hebat bersama Allah swt, dan  dua adab ini telah terdapat dalam pribadi nabi Muhammad saw; Adab yang  pertama adalah pengaduan kepada Allah swt, bukan kepada makhluk. Menanti  bantuan, sokongan serta pertolongan itu bukanlah dari manusia, mereka  tidak memberikan faedah maupun kemudharatan, baik dari timur maupun dari  barat, tetapi hanya dari Allah saja,sebagaimana di awal doa beliau  berkata, ‘Ya Allah, aku mengadukan kepada-MU….’. dan adab yang kedua,ada  dalam kelanjutan doa tadi, ‘Ya Allah, aku mengadukan kepada-MU akan  lemahnya kekuatanku dan sedikitnya daya upayaku pada pandangan  manusia…..’. ya, ternyata beliau saw tidak mengadukan kepada Allah  tentang kebencian mereka,kekufuran mereka,cercaan dan penindasan mereka.  Tapi yang beliau adukan adalah kelemahannya”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, beliau mengadu kepada Allah tentang dirinya sendiri bukan  tentang orang lain, beliau saw mengadu tentang kelemahan dirinya sendiri  bukan kelemahan (perlakuan buruk) orang lain. mungkin beliau hendak  mengajarkan kepada kita tentang sebuah terapi yang bisa menjadi penawar  dari rasa sakit hati yang mungkin berkepanjangan, yaitu dengan tidak  perlunya kita mengingat atau menyebut-nyebut perlakuan buruk orang lain.  karena pada akhirnya, ingatan kita atas pelakuan buruk orang lain,  hanya akan mengantarkan kita pada sakit hati dan dendam yang  berkepanjangan saja. Dan kalaupun ada hal yang perlu kita ingat adalah  kelemahan kita. Mungkin tentang kelemahan kita yang mudah dan gampang  tersinggug atau sakit hati karena perilaku buruk orang lain. atau  tentang kita yang masih belum pandai memberikan maaf atas kesalahan dan  kekhilafan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun jadi teringat akan sebuah nasihat seorang ulama, &lt;i&gt;“ketika  kita berbuat baik, mungkin akan ada saja orang yang membenci kita dan  menganggap bahwa apa yang kita lakukan itu sia-sia dan tak berguna.  Tapi, tetaplah berbuat baik. Dan ketika kita mencoba untuk jujur,  mungkin akan ada saja orang-orang yang mendustakan kita dan tidak  mempercayai kita. Tapi, tetaplah kita jujur. Karena inti permasalahannya  bukan antara kita dengan mereka. Tapi ada antara kita dengan Tuhan  kita”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Ya, mungkin ini adalah makna dari apa yang rasululullah saw maksud.  Bahwa inti setiap permasalahan ada antara kita dengan tuhan kita. karena  pada akhirnya, hanya Allah yang mampu menghargai kebaikan dan kejujuran  kita dengan sebentuk penghargaan yang tak pernah bisa kita  menghargainya(pahala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adalah rasulullah saw, merupakan sosok orang yang benar-benar telah  memaknai hubungan kedekatan ini. Tapi, bukanlah pahala yang diharapnya,  dan bukan pula kemuliaan yang di dambakannya. Tapi hanya keridhaan-Nya  yang diharapkannya, sebagaimana doa beliau ketika di thaif&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“…kepada siapakah Engkau serahkan diriku. Kepada musuh yang  menghinaku ataukah kepada keluarga yang Engkau berikan kepadanya  urusanku, tidak ada keberatan bagiku asal saja aku tetap dalam  keridhaan-Mu…..”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pribadi rasulullah saw, hanya Allah yang ia hadirkan dalam  setiap langkah kehidupannya. Dan hanya Allah yang yang mampu membuat  bersedih dan Cuma Allah mampu membuatnya khawatir. Sehingga adalah wajar  jika setelah kejadian di thaif itu menjadi puncak dari serangkain  penderitaan yang pada akhirnya menyampaikan beliau pada satu kemulian,  yaitu dengan di isra’ dan di mi’rajkannya beliau saw oleh Allah swt. Dan  sangatlah pantas jika mukjizat isra’ mi’raj nabi dikatakan bertujuan  untuk memuliakan nabi Muhammad saw secara pribadi. Karena meskipun ada  beberapa nabi yang di angkat Allah ke langit, seperti Nabi Idris dan Isa  a.s, tapi pengangkatan mereka adalah penyelamatan dari tindak  pembunuhan dan penyaliban. Dan mukjizat para nabi yang berupa  pengangkatan ke langit biasanya adalah akhir dari segala aktivitas  dakwah mereka di muka bumi. Tapi tidak dengan nabi Muhammad saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adalah juga sangat wajar jika dalam perjalanan isra’ mi’raj-nya,  jibril hanya bisa menemaninya sampai sidratul muntaha dan tidak bisa  menemaninya sampai ke mustawa. Mungkin Allah hanya ingin berjumpa dengan  Nabi-Nya saja, Allah hanya ingin bercakap-cakap langsung dengan  nabi-Nya saja sebagaimana beliau telah memaknai semua hubungan hanya  terhadap Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah riak-riak duka dan kecewa atas perlakuan buruk orang lain,  kita memang tak pernah bisa memuarakan semua kesedihan itu pada separuh  malam terindah sebagaimanan malam yang pernah Nabi habiskan Tuhannya  (isra’ Mi’raj). Tapi paling tidak, Allah masih sangat berbaik hati  terhadap kita dengan menyediakan satu waktu bagi kita untuk menghabiskan  waktu hanya bersama-Nya pada sepertiga malam-Nya(tahajud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adakah duka serta kesedihan kita mampu menghantarkan kita untuk  berjumpa dengan Allah di sepertiga malamnya(Tahajud) sebagaimana Allah  pernah mengatarkan Nabi-Nya pada separuh malam terindah-Nya? jawabannya,  ada pada bagaimana kita kita memaknai bahwa inti dari setiap  permasalahan yang ada, itu ada di antara kita dengan Allah saja.  Sebagaimana Beliau saw memaknai semua hubungan hanya terhadap Allah  saja. Karena pada akhirnya, itulah yang mengantarkan beliau saw pada  separuh malam terindah, antara Nabi dengan Tuhan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam bisshawaf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-511956456140412699?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/511956456140412699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/07/separuh-malam-terindah-antara-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/511956456140412699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/511956456140412699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/07/separuh-malam-terindah-antara-nabi.html' title='Separuh malam terindah, antara Nabi dengan Tuhannya'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-2428235154221831081</id><published>2010-07-08T03:43:00.000-07:00</published><updated>2010-07-08T03:43:47.177-07:00</updated><title type='text'>Aku ikut mauMu Tuhan</title><content type='html'>&amp;nbsp;By : chairil musa bani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, aku tidak akan menentang  perintah-Nya. Dan Allah tidak akan pernah menelantarkan diriku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya itu penjelasan yang bisa rasulullah sampaikan kepada para sahabat  yang merasa tidak mengerti akan keputusan rasulullah yang menyapakati  akan perjanjian damai dengan kafir quraisy (perjanjian hudaibiyah). Ya,  Sebuah perjanjian damai yang menurut mereka hanya akan merugikan kaum  muslimin. Sebuah perjanjian yang mengharuskan mereka pulang kembali  pulang ke madinah sebelum bisa memasuki baitul haram (Makkah), sebuah  perjanjian yang dalam salah satu poinnya di sebutkan “ jika salah  seorang kafir memeluk islam, dia harus dikembalikan kepada pihak  Quraisy. Tapi apabila seorang muslim murtad dan kembali kafir, maka dia  berhak mendapat perlindungan dari kaum kafir Quraisy”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah rasulullah ketika itu pun tak bisa memahami apa maksud kemauan  Allah sehingga memerintahkannya untuk menyepakati perjanjian damai itu.  Tapi, sesulit apapun beliau memahami akan kemauan Tuhannya, ada satu hal  yang sangat  beliau pahami dari Tuhannya, bahwa Dia tidak akan pernah  menelantarkan dirinya, ketika beliau saw mentaati perintah-Nya.&lt;br /&gt;Dan ternyata benar saja, bahwa perjanjian damai itulah yang justru  mengantarkan islam kepada kemenangan, yang menghantarkan Rasulullah saw  dan umat islam bisa memasuki makkah dengan kebebasan dan mampu  membebaskan baitul haram dari berhala-berhala dan pengaruhnya (Futhu  Makkah). Betapapun tidak, karena dengan perjanjian damai itu, golongan  yahudi di semenanjung arab tidak bisa lagi memanfaatkan perselisihan  antara kaum muslimin dengan kafir Quraisy. Sehingga dengan itu pula umat  islam bisa berkonsentrasi untuk menghancurkan duri-duri islam (yahudi),  karena ketika itu orang-orang yahudi tidak pernah berhenti melakukan  pernghianatan dan rekayasa terhadap islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Allah, terkadang takdir-takdir-Nya sulit kita pahami. Tapi  sesulit apapun kita memahaminya, Dia tidak pernah bermaksud jahat  terhadap hamba-hambanya. Sesulit kita mencari rejeki diantara  kais-kaisnya, mungkin Dia hendak mengajarkan kepada kita tentang betapa  beratinya sesuatu yang justru orang menganggapnya tak bernilai. Dan  kalau untuk hal yang tak bernilai saja kita telah dibuat-Nya bahagia,  apatah lagi untuk hal-hal yang memang memiliki arti dan nilai. &lt;br /&gt;Dan sesulit kita menerka tentang dimana keberadaan, bagaimana keadaan  dan kapan waktu perjumpaan kita dengan pendamping hidup yang selama ini  kita rindukan, mungkin Allah hendak mengajarkan tentang arti kerinduan  seorang calon ibu yang menanti detik-detik kelahiran anak. Ya sebuah  kerinduan yang tak di dahului oleh kebaikan sang anak tapi justru  berakhir dengan pengorbanan dan penghormatan untuk sang ibu. Sehingga  pada akhirnya, seperti juga ibu yang menganggap anak yang di nantinya  adalah karunia, maka seperti itu pula kita menganggap pasangan yang kita  nanti saat ini adalah juga karunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa kita masih saja menyangka bahwa Allah kejam ketika Dia  menentukan satu takdir yang telah memaksa kita untuk menangis, satu  ketetapan yang memaksa kita menjadi sendiri dan seolah tak punya arti?  Kenapa? Masikah kita tidak mempercayainya bahwa Dia adalah Tuhan yang  Maha Pengasih? Tuhan Yang Maha Penyayang? DanTuhan Yang Maha Bijaksana  atas setiap keputusan-Nya? dan apakah Firman-Nya tidak cukup meyakinkan  kita bahwa dia maha pengasih, Maha Penyayang dan Maha Bijaksana, padahal  Dia sudah kelapkali mengulang kata-kata itu (Ar-Rahman, Ar-Rahim dan  Al-Hakim) dalam Al-Qur’an?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah kita masih merasa bahwa rencana kita lebih baik dari rencana  Allah? dan belum bisa untuk sejenak bersabar menanti detik-detik saat  Allah menyibak hikmah dalam takdir yang masih kita sulit memahaminya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masihkan kita merasa kecewa ketika Allah kembali coba meyakinkan  kita melalui firman-Nya,&lt;br /&gt;“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan  boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;  Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, dengan kata-kata apa saya harus menyimpulkan tulisan ini.  Sejujurnya saya bingung, tentang apa yang mesti saya katakan lagi.  Karena tulisan ini, seolah jadi bomerang atas sikap saya ketika  menyikapi ketetapan-Nya yang sulit saya pahami saat-saat ini. Karena  terkadang saya masih merasa bersedih dan seolah tak bisa menerima  atas  ketentuan-Nya ini. Walaupun air mata ini tak menetes, tapi air mata yang  hanya mengembang di tepian kelopaknya tetap saja mengganggu pandangan,  sehingga terkadang itu memaksa saya untuk mengusapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak ada yang bisa saya lakukan kecuali saya harus menyerah dan ikut  kemauan-Nya. seraya tetap belajar meyakini bahwa ketetapan-Nya adalah  baik. karena Dia tetap Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan  tak ada kata-kata yang bisa saya sampaikan setelah ini kecuali hanya  sebuah doa,&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami  tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban  yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.  Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak  sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan  rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami… “ (Al-Baqarah : 286)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-2428235154221831081?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/2428235154221831081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/07/aku-ikut-maumu-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/2428235154221831081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/2428235154221831081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/07/aku-ikut-maumu-tuhan.html' title='Aku ikut mauMu Tuhan'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-3811810273370948400</id><published>2010-07-01T09:41:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T09:41:47.513-07:00</updated><title type='text'>Puncak Iman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Anis Matta Lc&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamu takkan pernah sanggup mendaki  sampai ke puncak gunung iman, kecuali dengan satu kata: cinta. Imanmu  hanyalah kumpulan keyakinan semu dan beku, tanpa nyawa tanpa gerak,  tanpa daya hidup tanpa daya cipta. Kecuali ketika ruh cinta  menyentuhnya. Seketika ia hidup, bergeliat, bergerak tanpa henti, penuh  vitalitas, penuh daya cipta, bertarung dan mengalahkan diri sendiri,  angkara murka atau syahwat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iman itu laut, cintalah ombaknya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iman itu api, cintalah panasnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iamn itu angin, cintalah badainya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iman itu salju, cintalah dinginnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iman itu sungai, cintalah arusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti itulah  cinta bekerja ketika kamu harus memenangkan Allah atas dirimu sendiri,  atau bekerja dalam diri pemuda ahli ibadah itu. Kejadiaanya diriwayatkan  Al Mubarrid dari Abu Kamil, dari Ishak bin Ibrahim dari Raja' bin Amr  Al Nakha'i. Seorang pemuda Kufa yang terkenal ahli ibadah suatu saat  jatuh cinta dan tergila-gila pada seorang gadis. Cintanya berbalas.  Gadis iru sama gilanya. Bahkan ketika lamaran sang pemuda ditolak karena  sang gadis telah dijodohkan dengan saudara sepupunya, mereka tetap  nekat, ternyata. Gadis itu bahkan menggoda kekasihnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aku datang padamu, atau kuantar cara supaya  kamu bisa menyelinap ke rumahku"&lt;/span&gt;. Itu jelas jalan syahwat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidak!  Aku menolak kedua pilihan itu. Aku takut pada neraka yang nyalanya tak  pernah padam!"&lt;/span&gt; Itu jawaban sang pemuda yang menghentak sang  gadis. Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan  cinta. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jadi dia masih takut pada  Allah?" &lt;/span&gt;Gumam sang gadis. Seketika ia tersadar, dan dunia  tiba-tiba jadi kerdil di matanya. Ia pun bertaubat dan kemudian  mewakafkan dirinya untuk ibadah. Tapi cintanya pada sang pemuda tidak  mati. Cintanya berubah jadi rindu yang menggelora dalam jiwa dan  doa-doanya. Tubuhnya luluh lantak didera rindu. Ia mati, akhirnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang pemuda terhenyak. Itu mimpi buruk.  Gadisnya telah pergi membawa semua cintanya. Maka kuburan sang gadislah  tempat ia mencurahkan rindu dan doa-doanya. Sampai suatu saat ia  tertidur di atas kuburan gadisnya. Tiba-tiba sang gadis hadir dalam  tidurnya. Cantik. Sangat cantik.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Apa  kabar? Bagaimana keadaanmu setelah kepergianku," &lt;/span&gt;tanya sang  gadis. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Baik-baik saja. Kamu sendiri  disana bagaimana," &lt;/span&gt;jawabnya sambil balik bertanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aku disini, dalam surga abadi, dalam nikmat  dan hidup tanpa akhir,"&lt;/span&gt; jawab gadisnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Doakan aku. Jangan pernah lupa padaku. Aku selalu ingat  padamu. Kapan aku bisa bertemu denganmu," &lt;/span&gt;tanya sang pemuda lagi.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aku juga tidak pernah lupa padamu.  Aku selalu berdoa kepada Allah menyatukan kita di surga. Teruslah  beribadah. Sebentar lagi kamu akan menyusulku,"&lt;/span&gt; jawab sang gadis.  Hanya tujuh malam setelah mimpi itu, sang pemuda pun menemui ajalnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Atas nama cinta ia memenangkan Allah atas  dirinya sendiri, memenangkan iman atas syahwatnya sendiri. Atas nama  cinta pula Allah mempertemukan mereka. Cinta selalu bekerja dengan cara  itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-3811810273370948400?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/3811810273370948400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/07/puncak-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/3811810273370948400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/3811810273370948400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/07/puncak-iman.html' title='Puncak Iman'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-5945429459984490443</id><published>2010-06-30T06:07:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T09:38:20.522-07:00</updated><title type='text'>Menjauh darimu bukanlah kemauan diriku</title><content type='html'>By : chairil musa bani &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Ahmad bin Taimiyah,&lt;br /&gt;Untuk Ibunda yang berbahagia,&lt;br /&gt;semoga Allah menjadikan indah&lt;br /&gt;pandangan mata ibu melihat karunia Allah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah ibnu Taimiyah mengawali surat yang ia sampaikan kepada ibundannya tercinta. Dan bukan sekedar hendak menjelaskan tentang alasan kepergiannya untuk mengajarkan ilmu, tapi dalam surat yang terdiri lebih dari tiga ratus kata itu, secara khusus ia juga menyampaikan kerinduannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…. Sekiranya ada burung yang bisa membawa,&lt;br /&gt;Niscaya aku akan terbang menemui engkau.&lt;br /&gt;Tetapi orang-orang yang pergi,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;bersama dirinya pula melekat permintaan maafnya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Walaupun ibnu taimiyah seorang ulama besar, tapi kita yakin bahwa keilmuannya bukanlah satu-satunya guru yang mengajar kan arti cinta dan rindunya kepada sang ibu. Karena terkadang keilmuan tidak pernah mengajarkan kepada kita arti kerinduan. Tapi kebaikan ibu dan keindahan akan kenang-kenangan di masa lalulah yang telah mengajarkan ibnu Taimiyah akan arti kerinduan itu. Karena tabiat perasaan hanya hendak merasakan sesuatu yang indah dari masa yang telah berlalu. Sehingga kalau kita sempat berfikir untuk kembali pada saat-saat indah di masa lalu, maka ketika itu, sesungguhnya kita tengah merindu. Ya, begitulah jalan rindu yang kita pahami, jalan rindu yang berawal dari sebuah prasasti kenangan di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah kita tau tentang jalan rindu ibu terhadap kita anaknya? Sebuah jalan rindu yang berada diluar jalan rindu yang kita pahami. Jalan rindu yang tak mesti di dahului akan kebaikan dan keindahan di masa lalu. Tapi jalan rindu yang justru di dahului akan harapan baik dan indah di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti seuntai senyum bahagia seorang ibu kita dulu ketika mendengar kabar akan kehadiran kita yang telah bersemayam di dalam rahimnya. Ya, seuntai senyuman yang berangkat dari kerinduan akan harapan dan keyakinan bahwa hanya kitalah yang bisa membahagiakannya nanti. Sehingga wajar jika pada akhirnya semua pengorbanan ia kerahkan untuk keselamatan kita. Kalau sebelum mengandung ia boleh memakan apa saja yang ia sukai, maka ketika ia mengandung, ia akan rela jika ternyata ia harus memakan makannan yang mungkin sebenarnya ia tak menyukainya, hanya karena sebuah alasan, bahwa makanan yang dia makan adalah juga makanan yang terbaik buat kita yang di kandungnya. Karena dia telah merasakan kehadiran kita sebelum keberdaan kita, dan dia telah mencintai kita sebelum orang-orang mengenal kita.betapapun tidak, kalau sekiranya ketika itu kita meninggal (keguguran). pasti ibu, ayah dan semua keluarga kita akan menangis dan bersedih. Tapi apakah kita tau apa yang sebenarnya mereka tangisi?&amp;nbsp; bapak dan keluarga kita mungkin akan menangis karena khawatir akan keselamatan ibu, tapi ibu kita?hanya&amp;nbsp; Ia yang menagis dan bersedih karena meninggalnya kita, malaikat kecilnya. ia tidak lagi mempedulikan dirinya sebagaimana ayah dan keluarga mempedulikannya, ia hanya memikirkan kita, sosok makhluk yang dalam dugaannya akan bisa membahagiakannya, sosok makhluk yang dalam prasangkanya akan menjadi pelipur laranya dan penyejuk jiwanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Di antara harapan-harapan ibu kita, entah kita berada di mana? Adakah kita adalah sosok yang bisa membahagiakannya, ataukah kita termasuk sosok yang dalam prasangkanya akan menjadi pelipur laranya dan penyejuk jiwanya? Atau kita malah tidak ada di antara harapan-harapan dan parasangka-prasangkanya?atau bahkan kita malah telah membuatnya menangis sebelum kita mampu membuatnya tersenyum? Kita malah menjadi duka laranya sebelum kita menjadi pelipur laranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita malu kepada Rasulullah saw, seorang makhluk yang tidak dibesarkan oleh kasih sayang seorang ibu dan perhatian seorang ayah. Tapi beliau mengerti bagaimana kita harus menjaga perasaannya dan menjadi penawar bagi kesedihannya. Sebagaimana nasihat yang pernah beliau sampaikan kepada salah seorang sahabat yang telah membuat kedua orang tuanya menangis karena kepergiannya untuk hijrah, “Kembalilah kepada keduanya, buatlah keduanya tersenyum, sebagaimana kamu telah membuat keduanya menangis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kalaupun rasulullah memerintahkan sahabatnya untuk kembali dari perjalanan mulianya (hijrah). Maka membahagiakan ibu dan ayah adalah semulia-mulianya perjalanan. Karena Rasulullah juga sadar, bahwa jalan cinta yang pernah mereka pernah tempuh, tidak akan pernah bisa terbalas dengan jalan cinta yang telah dan akan kita persembahkan, sekuat apapun kita mengusahakannya dan sebesar apapun kita mempersembahkannya. Sehingga wajar dalam bahasa keputus asaannya Rasulullah-pun mengajarkan kepada kita sebait doa untuk mereka, &lt;br /&gt;“Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah  mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Sekiranya waktu dan takdir harus memisahkan antara kita dengan ibu kita, akankah kita masih merindukannya? Masihkan kita mendoakannya? Akankah kita berkata sebagaimana ibnu taimiyah pernah menulis pada di antara bait-bait suratnya, “…Sungguh, menjauh darimu bukanlah kemauan diriku”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-5945429459984490443?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/5945429459984490443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/menjauh-darimu-bukanlah-kemauan-diriku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/5945429459984490443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/5945429459984490443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/menjauh-darimu-bukanlah-kemauan-diriku.html' title='Menjauh darimu bukanlah kemauan diriku'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-6536193023649511996</id><published>2010-06-25T00:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-25T00:27:10.193-07:00</updated><title type='text'>Ketika Allah melindungi kita</title><content type='html'>By : Chairil Musa Bani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paman, mengapa engkau mendo’akan banyak orang dan tidak mendoa’akan dirimu sendiri agar Allah memulihkan pandangan matamu”&lt;br /&gt;Begitulah sebuah pertanyaan yang pernah di sampaikan seorang anak kecil yang bernama Abdullah bin Sa’id kepada salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang ketika itu banyak orang yang memohon agar di do’akan&amp;nbsp; karena do’anya dianggap lebih didengar oleh Allah swt. Sahabat&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rasulullah itu bernama, Sa’ad bin Abi Waqash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Diamlah sebentar saja. Lalu, baca dan renungkanlah bunyi perkataan Sa’ad bin Abi Waqash, sahabat Rasulullah saw yang saat menjelang wafatnya meminta dikafani dengan pakaian perangnya saat perang badar itu,”Anakku, ketetapan Allah atas mataku, yang tidak melihat, itu lebih aku sukai daripada kembalinya penglihatanku”(Madaarij As-Salikin 2/227)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;seperti itulah cara Allah melindungi hambanya dari segela kesedihan atas setiap takdir yang sebenarnya secara manusiawi kita pantas bersedih karenannya. Seperti pantasnya jika Sa’ad bi Abi Waqash bersedih karena kebutaan yang di deritanya. Tapi ternyata apa? Ternyata kebahagian bagi seorang Sa’ad bin Abi Waqash adalah justru pada kebutaan yang Allah tetapkan padanya.&lt;br /&gt;Ya, itu semua terjadi karena perlindungan Allah yang diberikan kepada Sa’ad bin Abi Waqash dengan cara menanamkan perasaan ridha atas setiap takdir-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Begitulah perlindungan Allah, ia sangat kuat dan mengikat. Sekuat apapun orang berniat untuk menghancurkan kekuatan orang yang telah beri perlindungan Allah, maka ia tidak akan perna mampu menghancurkannya. Dan sepahit apapun kenyataan hidup yang menyapanya, maka itu takan mampu membuatnya bersedih karena Allah telah melindunginya dengan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini bukan soal tentang kuatnya orang yang dilindungin-Nya. Tapi ini adalah soal kuatnya perlindungan-Nya. Sehingga janganlah aneh ketika kita mendengar berita tentang seseorang yang dengan berani mengakhiri hidupnya hanya karena sebuah alasan, asmara putihnya kandas di tengah jalan. Dan ini terjadi karena mereka berlindung pada sebuah kenyataan bahwa kebahagian hidup bagi mereka adalah ketika bisa hidup bersama kekasih yang dicintainya itu. Ya, mereka berlindung pada selain Allah &lt;br /&gt;“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”(QS.Al-Ankabut : 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Begitulah Allah mengumpamakan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, adalah seperti laba-laba yang membuat rumah, Mereka sangat lemah. Mereka bisa saja berlindung di balik istananya yang megah, tapi mereka tidak merasakan kebahagian karena takut kehilangan, mereka bisa saja berlindung di kursi jabatan yang tinggi, tapi hati mereka resah memikirkan bagaimana mana cara mempertahankan kursi jabatannya. Mereka bisa saja mengelabui kita, bahwa pelindung-pelindung mereka mampu membahagiakan mereka, padahal sebenarnya kebahagian mereka semu adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Betapapun lemahnya sarang laba-laba, tapi entah kenapa Allah justru menjadikannya pelindung bagi Nabi-Nya dan salah seorang sahabatnya (Abu Bakar) di sebuah gua dalam perjalanan hijrahnya. Kenapa Allah tidak mengutus malaikat untuk melindunginya, Allah tidak meminta gunung untuk menjaganya, dan tidak memerintahkan halilintar untuk menyabar siapa saja yang mendekati nabi-Nya? Tapi justru hanya dengan sebuah sarang laba-laba. Padahal Allah sendiri pernah berfirman,“Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sarang laba-laba hanyalah sebuah atribut keduniawian, yang Allah jadikan perantara sebagai pelindung nabi-Nya di taman hijrah. Dan kekuatan bukahlah berasal dari sebuah sarang laba-laba yang telah melindungi nabi-Nya. Karena mudah saja bagi musuh menghancurkannya walaupun ketika itu ada seribu lapis sarang laba-laba yang melindunginya. Tapi kekuatan itu berasal daripada perlindungan Allah semata, terlebih ketika itu sang Nabi telah mencoba meyakinkan sahabatnya akan sebuah keyakinan bahwa mereka berada dalam lindungan-Nya dengan berkata, “jangalah kamu takut, dan janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudaraku&lt;br /&gt;apapun yang yang melekat pada diri kita saat ini adalah sekedar atribut keduniawian semata. Baik itu harta kita, jabatan kita dan keadaan kita. Sedikit apapun harta yang kita miliki saat ini, tetaplah minta perlindungan Allah dengan qona’ah. Karena cukup itu relative, tapi merasa cukup (qona’ah) hanya mengenal satu rasa, satu bahasa dan, satu makna. sesempit dan sepahit apapun kenyataan hidup yang tengah kita jalani, tetapah minta perlindungan Allah dengan bersabar dan berpasangka baik atas ketentuan-Nya. Karena hanya itulah yang bisa mengantarkan kita pada sebuah keadaan bahwa kita masih kuat dan tetap bisa bertahan. dan Serendah apapun jabatan dan status pekerjaan kita, tetaplah minta perlindungan Allah dengan niat yang baik karena-Nya. Karena walaupun kita hanya seorang tukang sapu, itu akan bernilai ibadah ketika kita memulai itu semua dengan niat baik karena-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau sekira kita termasuk orang yang berhasil atas semua keadaan tersebut. Maka tetaplah kita berlindung kepada Allah dari kesombongan dan keangkuhan, sebagaimana Allah pernah mengajarkan nabi-Nya untuk berlindung dari kedua hal itu ketika pembebasan kota makkah.&lt;br /&gt;“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”(QS. An-Nasr : 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dengan memuji dan memohon ampun kepada-Nya. Karena hanya dengan memuji kita berarti mengakui bahwa kita takkan pernah berhasil kecuali tanpa pertolongan dan perlindungan-Nya. Dan dengan beristigfar, itu bisa membersihkan kita dari kekhilafan hati yang mungkin sempat terbesit perasaan bangga dan berjasa atas keberhasilan yang telah tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Tahukah kita bagaimana keadaan Rasulullah ketika beliu tengah memasuki kota makkah pada saat peristiwa pembebasan kota Makkah itu? Beliu tertunduk ! beliau sadar bahwa tak ada yang pantas beliau sombongkan atas kebarhasilan yang telah Allah berikan, sesadar beliau atas perlindungan Allah ketika melindunginya dari kepungan orang-orang kafir qurais di rumahnya dengan mengaburkan pandangan mata mereka. Dan sesadar beliau atas perlindungan Allah ketika di gua tsur dalam perjalanan hijrahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Adakah kita sadar atas perlindungan-perlindungan yang pernah Allah berikan kepada kita sebagaimana sadarnya beliau akan perlindungan-perlindungan-Nya? Masikah kita menafikan tentang indahnya perlindungan Allah ketika kita masih masih kanak-kanak? Di saat ibu, bapak, dan semua manusia tertidur, sementara Allah tak pernah tertidur dan selalu menjaga kita? Dan untuk menjaga kita, Dia juga telah menitipkan rasa cinta dan sayang kepada seorang manusia, yang kita diajarkan untuk memanggilnya ‘ibu’.&amp;nbsp; Sehingga kalau ada saat-saat dimana kita merindukan detik-detik indah ketika ibu memanjakan kita dengan ciuman lembut cintanya dan pelukan hangat kasih sayangnya, maka ingatlah juga, bahwa itu adalah salah satu di antara saat-saat ketika Allah melindungi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam bisshawaf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-6536193023649511996?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/6536193023649511996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/saat-saat-ketika-allah-melindungi-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/6536193023649511996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/6536193023649511996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/saat-saat-ketika-allah-melindungi-kita.html' title='Ketika Allah melindungi kita'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-3358699728829140990</id><published>2010-06-15T02:06:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T02:12:48.054-07:00</updated><title type='text'>Kepada Lebah, Kita Belajar Tentang Cinta</title><content type='html'>Oleh : Chairil Musa Bani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada lebah, Allah pernah memberikan sebuah kepercayaan untuk menjadi  contoh bagi hamba-hamba-Nya. Tentang bagaimana mengambil sesuatu yang  baik, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang terbaik. &lt;i&gt; “Dan Tuhanmu  mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di  pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian  makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu  yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman  (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang  menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu  benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang  memikirkan.”&lt;/i&gt; (QS. An-Nahl 68-69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adalah ilmu, merupakan sesuatu yang baik yang mungkin tengah kita  raih, walupun akhirnya terkadang kita menjadi bingung tentang kenapa  ilmu yang kita dapat seolah tidak terlalu mempengaruhi sikap kita untuk  bisa menjadi lebih baik dari sebelumnnya. Ya, kita telah berusaha  mengambil sesuatu yang baik sebagaimana lebah, tapi kenapa kita belum  bisa menghasilkan sesuatu yang baik sebagaimana lebah?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, ada pada bagaimana lebah mematuhi semua perintah Tuhannya,  sebagaimana yang telah tersebut pada QS. An-Nahl 68-69 di atas. Mulai  dari dari bagaimana lebah mematuhi tentang dimana dia mesti membuat  sarangnya, tentang apa saja yang yang mesti dimakannya dan tentang  keharusannya  menempuh jalan Tuhannya. Hingga akhirnya Allah pun   berfirman &lt;i&gt;“….Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang  bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan  bagi manusia….”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dalam masalah keilmuan, ada serangkaian aturan yang mesti  kita tataati sehingga dia bisa di katakan bermaanfaat dan memberikan  arti. Dan serangkain aturan itu tergambar dalam sebuah firman-Nya,&lt;i&gt;“Maka  hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan.”&lt;/i&gt;(QS.  Ath-Thariq : 5)&lt;br /&gt;Dari ayat di atas kita di perintahkan untuk ‘memperhatikan’ tentang  bagaimana penciptaan manusia. Dan makna memperhatikan pada ayat ini  tidak hanya sekedar memperhatikan dengan mata (indra)saja. Karena apalah  artinya penglihatan yang sesudahnya tidak difikirkan(dengan akal) dan  di renungkan (dengan hati) kecuali hanya akan mengantarkan kepada  keburukan,&lt;i&gt; ” Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan  penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”&lt;/i&gt;  (Al-Baqarah : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat pengertian dari ayat di atas, setidaknya ada tiga  unsur yang mesti kita gunakan dalam menuntut ilmu sehingga ia bisa  dikatakan bermanfaat, yaitu :&lt;b&gt; indra, akal,&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;hati.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama indra,&lt;br /&gt;Setuju atau tidak setuju, ternyata kita semua harus sepakat bahwa indra  merupakan perangkat pertama yang kita butuhkan ketika kita hendak  menuntut ilmu. Minimal, kita membutuhkan satu indra yang berfungsi  dengan baik. Kalau kita adalah orang yang tuli, maka kita masih bisa  mendapatkan ilmu melalui indra penglihatan (mata), mungkin dengan  membaca buku atau dengan membaca bahasa isyarat. seandainya kita adalah  orang yang buta, maka kita masih bisa mendapatkan ilmu dengan  mendengar.Dan jika ternyata kita adalah orang buta dan juga tuli, maka  kita masih bisa mendapatkan ilmu melalui indra peraba, mungkin dengan  membaca huruf braile. Tapi ketika semua indra ini tidak berfunsi maka  dengan apa lagi kita bisa mendapatkan ilmu? Kecuali Allah memang benar2  berkendak memberikan ilmu tanpa melaui perantara indra (keajaiban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua Akal, &lt;br /&gt;Setelah ilmu bisa masuk melaui pintu pertamanya(indra) maka ia akan  mampir di ruangan pertamanya(akal), untuk diproses menjadi sebuah  pemahaman. dan peran akal ini tak kalah penting sebagaimana indra.  Karena tanpa melaui proses pada ruangan pertamanya, ia tidak akan bisa  berlanjut pada ruang selanjutnya(hati) dan kalo saja akal kita ini tidak  sempurna, maka mungkin kita lebih pantas dan layak dipanggil orang  gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir Hati,&lt;br /&gt;Kalau saja setiap orang mau melajutkan proses dari perjalanan ilmu yang  ia dapatkan sampai kepada ruangan terakhir ini(hati) untuk diproses  menjadi sebuah perenungan. Mungkin tidak akan ada orang2 pintar yang  dengan kepintarannya justru dia mengambil hak-hak yang memang bukan  miliknya(koruptor).  Dan tidak akan ada lagi orang-orang  yang mengaku  pandai dengan ilmunya, berkata ketus dengan ucapanya yang menbid’ah dan  menyesatkan saudaranya, atau menatap sinis saudaranya yang dalam  pandangannya, shalat dan ibadah mereka tidak sesuai dengan Sunnah Nabi  SAW(walau pun hal itu sebenarnya masih bisa didiskusikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketika ilmu telah sampai ke hati, maka setiap ucapannya,  tatapannya dan tingkah lakunya  semuanya berangkat dari hati. Dan  tidaklah sesuatu yang berangkat dari hati kecuali itu indah. Karena  ucapan yang berangkat dari hati adalah tutur kata yang santun, tatapan  yang bermula dari hati adalah pandangan yang memancarkan kasih sayang,  dan tingkah laku yang berasal dari hati adalah perilaku yang  menebarkan  kebaikan dan manfaat bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tak  ubah layaknya seperti lebah, &lt;i&gt;“….Dari perut lebah itu ke luar minuman  (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang  menyembuhkan bagi manusia….”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya.. kepada lebah kita belajar tentang arti sebuah ketaatan, kepadanya pula kita belajar tentang bagaimana mencintai sesama dengan berbagi dan darinya pula, kita pun jadi terpikir untuk memaksimal kinerja hati : dengan merenungi penciptaan-Nya&amp;nbsp; dan belajar mencintai semua makhluk-Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-3358699728829140990?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/3358699728829140990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/kepada-lebah-kita-belajar-tentang-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/3358699728829140990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/3358699728829140990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/kepada-lebah-kita-belajar-tentang-cinta.html' title='Kepada Lebah, Kita Belajar Tentang Cinta'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-1099963501126379279</id><published>2010-06-14T03:57:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T03:57:28.078-07:00</updated><title type='text'>Narasi Muhammad</title><content type='html'>Oleh : Anis Matta Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bisa berdoa kepada Allah untuk menyebuhkan butamu dan mengembalikan  penglihatanmu. Tapi jika kamu bisa bersabar dalam kebutaan itu, kamu  akan masuk syurga. Kamu pilih yang mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dialog Nabi Muhammad dengan seorang wanita buta yang datang  mengadukan kebutaannya kepada Beliau, dan meminta didoakan agar Allah  mengembalikan penglihataannya. Dialog yang diriwayatkan Imam Bukhari  dari Ibnu Abbas itu berujung dengan pilihan yang begitu mengharukan,  “saya akan bersabar, dan berdoalah agar Allah tidak mengembalikan  penglihatanku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bisa menyembuhkan seperti Nabi Isa, tapi beliau menwarkan  pilihan lain: bersabar. Sebab kesabaran adalah karakter inti yang  memungkinkan kita survive dan bertahan melalui rintangan kehidupan.  Kesabaran adalah karakter orang kuat. Sebaliknya, tidak ada jaminan  bahwa dengan melihat, wanita itu bisa melakukan lebih banyak amal shalih  yang bisa mengantarkannya ke syurga. Tapi di sini, kesabaran itu adalah  jalan pintas ke syurga. Selain itu, penglihatan adalah fasilitas yang  kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, karena fasilitas  berbanding lurus dengan beban dan pertanggungjawaban. Ada manusia, kata  ibnu taimiyah, lebih bisa lulus dalam ujian kesulitan yang alatnya sabar  ketimbang ujian kebaikan yang alatnya adalah syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad juga berperang seperti nabi Musa. Bahkan malaikat  jibrilpun pernah meminta beliau menyetujui untuk menghancurkan thoif.  Tapi beliau menolaknya sembari mengucurkan darah dari kakinya beliau  malah bali berdo’a, “Saya berharap semoga Allah melahirkan dari tulang  sulbi mereka anak-anak yang menyembah Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bisa menyembuhkan seperti isa, juga bisa membelah laut seperti  Musa. Bahkan bulan pun bisa dibelahnya. Muhammad punya dua jenis  kekuatan itu: soft power dan hard power. Muhammad mempunyai semua  kekuatan yang pernah diberikan kepada seluruh Nabi dan Rasul sebelumnya.  Tetapi beliau selalu menghindari semua penggunaannya sebagai alat untuk  meyakinkan orang kepada agama yang dibawannya. Beliau memilih kata.  Beliau memilih narasi, karena itu mukjizatnya adalah kata: Al-Qur’an.  Karena itu sabdanya di atas semua kata yang mungkin diciptakan oleh  manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena narasi bisa menembus tembok penglihatan manusia menuju pusat  eksistensi dan jantung kehidupannya: akal dan hatinya. Jauh lebih dalam  daripada apa yang mungkin dirasakan manusia yang kaget terbelalak  seketika saat menyaksikan laut terbelah, atau saat menyaksikan orang  buta melihat kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-1099963501126379279?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/1099963501126379279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/narasi-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/1099963501126379279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/1099963501126379279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/narasi-muhammad.html' title='Narasi Muhammad'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-5623101365848477641</id><published>2010-06-11T02:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T07:33:21.749-07:00</updated><title type='text'>Teruntuk Seseorang Yang Bertanya</title><content type='html'>Lyn, sebelum aa menjawab lebih jauh pertanyaan Lynda, a minta maaf jika dari jawaban aa ini mugkin akan sangat bersinggungan dengan agama yang mungkin tengah Lynda anut. Tapi apapun jawaban yang aa berikan, Demi Allah, ga sedikitpun di hati kecil aa tuk bermaksud menyinggung persaan Lynda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyn, sebelum aa menjawab pertanyaan Lynda. Ada satu hal yang perlu Lynda ketahui. Sesungguhnya, nabi isa atau yesus kristus dalam islam adalah diantara nabi-nabi yang Allah muliakan dan nabi yang mesti diimani keberadaanya. Dan kami (umat islam) sangat menghormati Beliau.&lt;br /&gt;Bahkan para ulama kami mengatakan, “Isa a.s disebut dengan nama al-masih karena dia telah mengusap ‘mashaha’(bumi), menjelajahi bumi, dan membawa agamanya keluar dari fitnah pada masa itu-karena orang-orang yahudi mendustakan dirinya habis-habisan, membuat fitnah atas dirinya dan ibundanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam sebuah kesempatan, Nabi Muhammad sendiri pernah bercerita tentang saudaranya ini(al-masih), “Suatu hari isa as melihat seorang laki-laki mencuri, kemudian dia bertanya,’Wahai fulan, apakah engkau telah mencuri?’, Lelaki itu menjawab, ‘Demi Allah aku tidak mencuri’, isa berkata,’Aku beriman kepada Allah, pandangan mataku telah keliru’.”&lt;br /&gt;Dari hadist di atas menunjukan pada tabiat beliau yang suci, beliau lebih mengedepankan sumpah laki-laki itu ketimbang apa yang dilihat oleh kedua matanya. Karena dalam pikirannya, seseorang tidak akan mungkin bersumpah palsu dengan keagungan nama Allah. Sehingga iapun menarik tuduhannya dengan berucap, “aku beriman kepada Allah….” Maksudnya, ‘aku membenarkan dirimu, sementara pandanganku keliru, karena engkau telah bersumpah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kesempatan lain juga diriwayatkan, bahwa suatu hari isa as berjalan bersama sahabat-sahabatnya melewati seekor bangkai anjing yang sudah busuk. Para sahabat isa menunjuk kearah sumber bau busuk itu. Sementara Isa, seraya menunjuk beliau berkata, “lihatlah, betapa putih giginya”.&lt;br /&gt;Itu artinya, isa hendak mengajarkan kepada kita semua, bagaimana memalingkan pandangan kita dari keburukan, dan mengambil sesuatu yang indah dari alam semesta. Dan seruan Isa as ini adalah sebuah nilai kebajikan diantara nilai-nilai jiwa mulia dan suri tauldan utama, mengambil sesuatu yang indah dari puing-puing keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nabi muhammad pun pernah dengan bangga menyatakan akan hubungan kedekatannya dengan isa as dalam sebuah sabdanya, “Para nabi adalah bersaudara, agama mereka satu, meskipun ibu mereka berbeda-beda. Aku adalah manusia utama denga isa putra maryam, karena tidak ada seorang nabi dalam kurun di antara aku dan dirinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak hanya beliau (al-masih), islam juga sangat memuliakan ibunda maryam(maria), dengan sebuah pujian atau penghormatan yang tak pernah kita temukan pada agama lain selain agama islam,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (QS. Al-Imran:42)&lt;br /&gt;Dan tidak hanya itu, ternyata dalam al-qur’an sendiri terdapat sebuah surat yang diambil dari namanya (surat Maryam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. setelahnya Lynda mengetahui bahwa aa dan semua(umat islam) sangat menghormati Isa as dan ibundanya. Aa Akan menjawab pertnyaan linda&amp;nbsp; tentang kenapa umat islam hanya meyakini akan kebangkitan(turunnya) Al-Masih, tapi tidak mengakui ketuhanan Al-Masih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa adalah salah satu di antara nabi-nabi Allah yang di utus kepada bangsa Israel (orang-orang yahudi). Dan di antara mereka(yahudi) hanya ada beberapa orang saja yang menjadi pengikut setianya(muridnya). Dan mayoritas dari mereka (orang2 Yahudi) memusuhi beliau. Dan hingga tiba pada saat di mana&amp;nbsp; mereka (imam-imam yahudi) bermusyawarah untuk melakukan rencana pembunuhan kepada nabi Isa a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada saat&amp;nbsp; musyawarah itu datanglah salah satu dari 12 murid Al-Masih, dia adalah Yudas Iskariot. Dia bertanya kepada para imam yahudi, “Apa yang akan kalian berikan kepadaku jika aku berhasil menyerahkan dia (Isa) kepada kalian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghianat itu duduk di jamuan orang kafir itu dan mulai melakukan tawar-menawar. Dan mereka sepakat memberikan 30 keping perak yang biasa mereka sebut ‘Syakil (hampir sama dengan 20 piester) artinya tidak lebih dari 6 pound.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persekongkolan itupun berakhir dengan sebuah ketetapan untuk menangkap dan membunuh Isa as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika Allah melihat bahaya yang mengancam hamba-Nya,&amp;nbsp; Dia mengutus ke-4 malaikat-Nya, Gabriel(jibril), Michael(mikail), Rafael(israfil), dan Idril (izrail) untuk mengangkat yesus dari dunia. Dan menempatkannya di langit ketiga bersama para malaikat. Selang beberapa waktu setelah naiknya Al-Masih, yudas iskariot memasuki kamar Al-Masih untuk mencari tau keberadaannya. Dan ketika itu pula Allah menyerupakan yudas dengan Al-masih, baik pada rupa dan suaranya. Sehingga ketika itu orang-orang yahudi mendapatinya maka merekapun menangkap dan menyalibnya. Dan dengan begitu, Allah hendak menyelamatkan Nabi-Nya dari sebuah konspirasi pembunuhan yang menghinakan, dan juga sebagai hukuman atas penghianat Isa Al-Masih(yudas Iskariot).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, disinilah perbedaan mulai yang tampak jelas antara agama islam dan Kristen. Kalau agama Kristen menyakini bahwa isa mati di tiang salib untuk menebus dosa umatnya, maka islam meyakini bahwa al-masih tidak mati di tiang salib, tapi beliau diangkat atau diselamatkan oleh Allah ke langit. Dan kalaupun ada yang di salib dan dibunuh itu adalah yudas iskariot, bukan Al-Masih. Sebagaimana firman Allah,&lt;br /&gt;“Dan karena ucapan mereka(orang yahudi): "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya[379]. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. An-Nisa: 157-158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengenai di angkatnya Al-Masih oleh Allah kami meyakini Beliau diangkat dalam ke adaan hidup (diangkat jasad dan ruhnya) sehingga adalah logis jika pada akhirnya Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa nabi isa akan turun ke dunia dan bertugas membela ajaran islam yang di bawa Nabi Muhammad saw selama 40 tahun lalu mati dengan kematian yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menurut keyakinan aa (dan umat islam) tujuan dari turunya nabi isa ke dunia tiada lain adalah untuk membela ajaran islam. Sebagaimana rasulullah saw pernah bersabda,” Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh pasti akan turun pada kalian Ibnu Maryam(isa a.s) sebagai hakim yang adil lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi dan membebaskan pajak serta harta begitu melimpah sehingga tak ada seorangpun yang mau menerimanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengenai apa yang akan disampaikan setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam turun, beliau akan menegakkan ajaran Qur’an dan Sunnah, bukan ajaran Injil. Sebab setelah datangnya al-Qur’an, ajaran-ajaran kitab sebelumnya tidak berlaku lagi. Dalam hadits disebutkan : “Tahukah anda, dengan apa ia memimpin kalian? Kabarkanlah padaku!, Beliau berkata : “Beliau akan memimpin kalian dengan kitab Rabb(Allah) dan Sunnah Nabi kalian(Nabi Muhammad)” (HR.Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, beliau juga akan membunuh babi-babi, menghancurkan salib, maksudnya beliau akan mengharamkan babi dan membatah orang-orang yang mengatakan bahwa beliau mati di tiang salib dan juga beliau akan membantah ketuhanan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyn, Betapapun kami sangat memuliakan Al-masih, tapi kami (umat islam) tidak pernah memposisikan salah seorang nabi pun di antara nabi-nabi yang Allah Utus sebagai Tuhan atau anak Tuhan, baik itu nabi Muhammad saw sekalipun. Karena dalam keyakinan kami, Tuhan tidak bisa diserupakan dengan apapun, ia tidak bisa di serupakan dengan manusia, seperti memiliki anak dan keturunan, karena itu hanya akan menodai keTuhanan&amp;nbsp; Tuhan yang Maha Suci(suci dari sekutu, putra dan kemiripan) &lt;br /&gt;Dan inilah yang membedakan antara agama islam dengan nasrani dan yahudi. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam alqur’an surat At-Taubah :30&lt;br /&gt;“Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair (adalah salah satu di antara nabi2 Allah)itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu…” . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kami juga meyakini bahwa Allah itu satu dan tidak terbagi. Dialah yang menciptakan Alam ini dan Dia juga yang memelihara alam ini hingga tetap berada dalam keselarasan pengaturan-Nya.seperti juga syarat yang mesti dipenuhi sebuah organisasi sehingga tetap bisa berada dalam keselarasan. karena dalam struktur organisasi apapun, baik lembaga-lembaga swasta, pemerintah dan Negara, ternyata di sana kita mendapati bahwa kepemimpinan diatur oleh seorang pemimpin saja. Walaupun di Indonesia banyak bapak camat(ketua Camat) maka tetap saja, semakin keatas struktur kepemimpinan ini semakin mengerucut sampai pada satu kepemimpinan yaitu presiden.&lt;br /&gt;surat al-ikhlas: 1-4&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." &lt;br /&gt;Dan dalam ayat lain Allah swt berfirman, “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa….” (QS. Al-Maidah :73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lyn, betapapun alqur’an menolak penisbatan Al-Masih sebagai Tuhan dan juga menolak peristiwa penyaliban dan penebusan dosa yang mungkin selama ini udah Lynda yakini. Hanya saja alqur’an menyebutkan bahwa orang-orang nasrani adalah agama yang paling dekat dengan dalam menjalin persahabatan dengan islam.&lt;br /&gt;Sebabagimana dalam surat Al-Maidah ayat 82 Allah swt berfirman,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau lynda tau, Nabi Muhammad saw sendiri pernah menjalin hubungan baik dengan orang-orang nasrani. Yaitu ketika para utusan najran yang beragama nasrani tiba di Madinah untuk melakukan negosiasi dengan Rasulullah saw, Beliau saw memberikan setengah masjidnya sebagai tempat sembahyang bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ikatan persahabatan yang kuat antara islam dan nasrani. Dan islam sendiri tidak pernah merusak hubungan tersebut dengan berupaya memaksakan pemeluk agama nasrani agar mau masuk agama islam, karena dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 256 Allah swt berfirman&lt;br /&gt;“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk yang terakhir aa minta maaf jika dalam menyampaikan jawaban ini mungkin ada keselahan atau ada sesuatu yang menyinggung perasaan Lynda. Tapi demi Allah ga terbetik sekecil apapun di hati niat tuk menyakiti linda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, apapun perbedaan yang ada antara aa dan Lynda, pokonya jangan sampe merusak hunbungan kita berdua ya… &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-5623101365848477641?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/5623101365848477641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/teruntuk-seseorang-yang-bertanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/5623101365848477641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/5623101365848477641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/teruntuk-seseorang-yang-bertanya.html' title='Teruntuk Seseorang Yang Bertanya'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-908162143969963611</id><published>2010-06-07T04:02:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T04:03:42.838-07:00</updated><title type='text'>Wanita Yang Allah Kenal</title><content type='html'>Oleh : Chairil Musa Bani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya wanita diciptakan sebagai makhluk yang pemalu. Dan dari  dasar penciptaan-Nya ini Allah ternyata telah menetapakan satu ketentuan  agama yang sangat cocok untuk makhluknya yang pemalu ini. Yaitu  perintah untuk menutup aurat(berhijab). Kalau saja setiap wanita tetap  berada pada fitrah penciptaannya, mungkin perintah ini, tidak lagi  diartikan sebagai sebuah perintah yang dibebankan kepadanya. Tapi lebih  kepada sebuah pertolongan yang selalu bisa menenangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam sebuah kesempatan, Allah swt pernah bercerita tentang  makhluknya yang pemalu ini dalam QS. Al-Qashash [28]: 23-24. "Dan  tatkala ia (Musa) sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di  sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan ternaknya, dan ia menjumpai  di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang  menghambatnya.&lt;br /&gt;Musa berkata 'Apakah maksudmu dengan berbuat begitu?'&lt;br /&gt;Kedua wanita itu menjawab, 'Kami tidak dapat meminumkan ternak kami,  sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan ternaknya, sedang bapak  kami adalah orang tua yang sudah lanjut umurnya.'&lt;br /&gt;Maka Musa memberi minum ternak itu untuk menolong keduanya."&lt;br /&gt;Perhatikanlah! bagaimana bagusnya sifat kedua wanita ini, mereka malu  berdesak-desakkan dengan kaum lelaki untuk meminumkan ternaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sampai disitu kebagusan akhlaq kedua wanita tersebut,  lihatlah bagaimana sifat mereka tatkala datang untuk memanggil Musa  'Alaihissalam; dalam kelanjutan  QS. Al-Qashash [28]:25,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu  berjalan dengan penuh rasa malu, ia berkata, 'Sesungguhnya bapakku  memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap kebaikanmu memberi minum  ternak kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bagaimana seharusnya kaum wanita berakhlaq dan  bersifat malu. Allah menyifati wanita yang mulia ini dengan cara  jalannya yang penuh dengan rasa malu dan terhormat.&lt;br /&gt;Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiallahu 'anhu mengatakan terkait  ayat diatas: "Gadis itu menemui Musa 'alaihissalam dengan pakaian yang  tertutup rapat." (Tafsir Ibnu Katsir, 3/360)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun mungkin telah banyak wanita yang  memisah diri dari barisan  fitrah yang telah Allah gariskan, tapi tetap saja, hubungan antara  keindahan dan si pemalu ini tak pernah terpisahkan dari cerita-cerita  yang pernah Allah kisahkan. Mungkin seperti hubungan antara wanita  pemalu yang bernama maryam, dengan kesucian. sebagaimana yang pernah  Allah ceritakan dalam sebuah surat yang diambil dari dari sebuah nama  seorang wanita yang pemalu (surah Maryam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah kenapa dalam sebuah firman-Nya, Allah seolah mengakui betul  kerberadaan si pemalu ini, yaitu ketika Dia tengah berjanji akan  pendamping hidup para penghuni  syurga.&lt;br /&gt;“Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari”.(QS.  Ad-Dukhaan:54)&lt;br /&gt;Kalau sekilas kita melihat ayat yang telah di sampaikan diatas, mungkin  kita akan mendapatkan seolah Allah justru meniadakan keberadaan wanita.  Tapi padahal sebenarnya, Allah justru sangat mengakui keberadaannya.  Karena dalam fitrah manusia,  kita telah sama-sama mengetahui bahwa  laki-laki adalah pihak yang berani secara terang-terangan menyatakan  ketertarikan kepada wanita, sementara wanita? Adalah pihak yang  cenderung takut dan malu-malu dalam menyatakan ketertarikannya terhadap  laki-laki. sehingga terbayanglah oleh kita tentang merah semunya wajah  seorang wanita ketika kita tengah berbicara tentang laki-laki yang  dicintainya, terlebih-lebih untuk sebuah  iming-iming laki-laki syurga  yang memang sangat pantas dan patut untuk diridukannya. dan sekali lagi,  ini bukanlah soal tentang wanita yang tidak akan mendapatkan pendamping  hidup di syurga, karena toh pada akhirnya setiap penghuni syurga itu  akan memiliki pasangannya masing-masing. tapi ini tentang seharusmya  menjadi seorang wanita diatas muka bumi&lt;br /&gt;Demikianlah sekilas tentang gambaran wanita yang Allah kenal, wanita  yang Allah jadikan suri tauladan bagi seluruh wanita yang ada, dan  wanita yang dianggap keberadaannya ketika Dia berbicara tentang  syurga-Nya.&lt;br /&gt;Wanita yang Allah kenal itu, adalah wanita yang memiliki rasa malu.&lt;br /&gt;wallahu a'lam bishawaf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-908162143969963611?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/908162143969963611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/wanita-yang-allah-kenal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/908162143969963611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/908162143969963611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/wanita-yang-allah-kenal.html' title='Wanita Yang Allah Kenal'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9179896121379306146.post-4656159044564247967</id><published>2010-06-01T10:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T10:40:20.517-07:00</updated><title type='text'>Biografi Al-Imam Al-Bukhari</title><content type='html'>Buta di masa kecilnya. Keliling dunia mencari ilmu. Menghafal ratusan  ribu hadits. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an. Lahir di  Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. Dipanggil dengan Abu Abdillah.  Nama lengkap beliau Muhammmad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah  Al Bukhari Al Ju’fi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau digelari Al Imam Al Hafizh, dan lebih dikenal dengan sebutan Al  Imam Al Bukhari. Buyut beliau, Al Mughirah, semula beragama Majusi  (Zoroaster), kemudian masuk Islam lewat perantaraan gabenor Bukhara yang  bernama Al Yaman Al Ju’fi. Sedang ayah beliau, Ismail bin Al Mughirah,  seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu, sempat mendengar  ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan, pernah berjumpa  dengan Hammad bin Zaid, dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin  Al Mubarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Pada suatu malam  ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil ‘Alaihissalaam yang  mengatakan, “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al  Bukhari, pent), sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua  mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Ternyata pada pagi  harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan  kedua mata putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berusia sepuluh tahun, Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu,  beliau melakukan pengembaraan ke Balkh, Naisabur, Rayy, Baghdad,  Bashrah, Kufah, Makkah, Mesir, dan Syam. Guru-guru beliau banyak sekali  jumlahnya. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim  An-Nabiil, Al Anshari, Makki bin Ibrahim, Ubaidaillah bin Musa, Abu Al  Mughirah, ‘Abdan bin ‘Utsman, ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq, Shadaqah bin  Al Fadhl, Abdurrahman bin Hammad Asy-Syu’aisi, Muhammad bin ‘Ar’arah,  Hajjaj bin Minhaal, Badal bin Al Muhabbir, ‘Abdullah bin Raja’, Khalid  bin Makhlad, Thalq bin Ghannaam, Abdurrahman Al Muqri’, Khallad bin  Yahya, Abdul ‘Azizi Al Uwaisi, Abu Al Yaman, ‘Ali bin Al Madini, Ishaq  bin Rahawaih, Nu’aim bin Hammad, Al Imam Ahmad bin Hanbal, dan sederet  imam dan ulama ahlul hadits lainnya. Murid-murid beliau tak terhitung  jumlahnya. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim  bin Al Hajjaj An Naisaburi, penyusun kitab Shahih Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan  hafalannya. Beliau pernah berkata, “Saya hafal seratus ribu hadits  shahih, dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”.  Pada kesempatan yang lain belau berkata, “Setiap hadits yang saya hafal,  pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”.Beliau&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt; juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu  Hatim Al Warraaq, “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits  yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab  Shahih Bukhari -red)?” Beliau menjawab, ”Semua hadits yang saya  masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang  samar bagi saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang  hadits telah mencapai puncaknya. Tidak mengherankan jika para ulama dan  para imam yang sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) kepada  beliau. Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud:  Muhammad bin Abi Hatim berkata, “ Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam  Al Bukhari) berkata, “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah  meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits.  Saya katakan kepada mereka, “Saya tidak mengetahui status (kedudukan)  hadits tersebut”. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku,  dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. Lalu mereka menceriterakan  peristiwa itu kepada ‘Amr. ‘Amr berkata kepada mereka, “Hadits yang  status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah  hadits”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab  beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau  Shahih Al Bukhari. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini  merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran.  Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak  pantas dilupakan. Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para  ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan  teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar bin Munir berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari  berkata, “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah, saya tidak  dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata, “Saya mendengar para ulama di  Bashrah mengatakan, “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti  Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulaim berkata, “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya  sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya  tentang ajaran Islam, lebih wara’ (takwa), dan lebih zuhud terhadap  dunia daripada Muhammad bin Ismail.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Firabri berkata, “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi  Wasallam di dalam tidur saya”. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam  bertanya kepada saya, “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab,  “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. Beliau  Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata, “Sampaikan salamku kepadanya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. ketika  beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. Jenazah beliau dikuburkan di  Khartank, nama sebuah desa di Samarkand. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan  rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber iLuvislam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9179896121379306146-4656159044564247967?l=chairilmusabani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/feeds/4656159044564247967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/biografi-al-imam-al-bukhari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/4656159044564247967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9179896121379306146/posts/default/4656159044564247967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chairilmusabani.blogspot.com/2010/06/biografi-al-imam-al-bukhari.html' title='Biografi Al-Imam Al-Bukhari'/><author><name>chairil musa bani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09769802903127213268</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_S0ACWqvZCkQ/TLmxT6lhSqI/AAAAAAAAACQ/nsgR-fesE1k/S220/DSC01789.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
